Dorong Hilirisasi, BUMN Berhasil Kurangi 21% Impor Amonium Nitrat melalui Pengoperasian PT KAN

Photo Author
Jennaira, Kabar BUMN
- Kamis, 29 Februari 2024 | 16:30 WIB
Dorong Hilirisasi, BUMN Berhasil Kurangi 21% Impor Amonium Nitrat melalui Pengoperasian PT KAN (Jennaira)
Dorong Hilirisasi, BUMN Berhasil Kurangi 21% Impor Amonium Nitrat melalui Pengoperasian PT KAN (Jennaira)

“Saya senang pabrik ini selesai dan nanti bisa nambah bahan baku pembuatan pupuk di tanah air terutama NPK dan kita harapkan dengan selesainya pembangunan, industri Kaltim Amonium Nitrat ini kemandirian kita, produktivitas kita di bidang pangan menjadi lebih mandiri."

"Lebih berdikari dan investasi yang telah ditanamkan sebesar Rp1.2Triliun itu tidak sia-sia. Saya minta ekspansi ini diteruskan, sehingga substitusi barang-barang impor itu bisa kita lanjutkan,” tambah Presiden Jokowi.

Menteri BUMN, Erick Thohir menjelaskan, sebagaimana arahan Presiden yang menekankan bahwa sebagai negara besar Indonesia wajib menjadi negara yang mandiri.

Baca Juga: Tingkatkan Pelayanan, KAI Tambah Perjalanan LRT Jabodebek Per 1 Maret 2024

Termasuk dalam hal hilirisasi sumber daya alam, salah satunya pupuk.

Saat ini, perusahaan pupuk Indonesia merupakan pupuk terbesar yang diawali peringkat 9 besar di dunia meningkat menjadi 6 besar dunia.

Erick menjelaskan, jika dilihat dari hulu, perusahaan pupuk harus menjadi perusahaan yang petrochemical yang dalam hal ini disinergikan dengan Pertamina.

Downstream dari petrochemical ini akan dirasakan secara menyeluruh untuk bangsa dan negara.

Baca Juga: PLN EPI Teken Nota Kesepahaman dengan Adhi Guna Putera, Kolaborasi Perkuat Rantai Pasok Pembangkit Listrik

“Perusahaan pabrik amonium nitrat ini tidak hanya meningkatkan produksi dalam negeri yang sekarang tinggal 21% yang impor dimana 79% sudah produksi dalam negeri."

"Dari total 560ribu itu memang kurang lebih sekarang di dalam negeri sudah memproduksi hampir 300ribu lebih dan sisanya masih impor."

"Dengan pabrik ini, bisa mengurangi 21%, belum lagi turunan dari asam nitrat yang bisa dikembangkan untuk industri pertahanan dan industri pupuk,” jelas Erick.

Baca Juga: Melihat Pohon Sakura Asli di Taman Sakura Lawu, Tempat Wisata di Dekat Solo yang Tawarkan Pemandangan Ala Jepang

Pabrik Amonium Nitrat ini merupakan proyek bersama dari anak perusahaan PT Dahana, PT Dahana Investama Corp (PT DIC) dengan PT Pupuk Kaltim yang pembangunannya dilaksanakan oleh PT Kaltim Amonium Nitrat sejak tahun 2020.

Selain itu, untuk pelaksanaan pembangunan juga didukung oleh kolaborasi Wika-Sedin.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jennaira

Tags

Artikel Terkait

Terkini