Sedangkan untuk jalur selatan, perjalanan dimulai dari Stasiun Gambir, Bandung, Purwokerto, Yogyakarta, Madiun, Malang, dan juga berakhir di Surabaya Gubeng.
Baca Juga: Tumbuh 33,9%, Volume Transaksi Cash Management QLola by BRI Melesat Capai Rp6.788 Triliun
Dalam perjalanan tersebut juga dilakukan identifikasi titik-titik rawan yang harus dijaga ekstra.
KAI konsisten mengantisipasi adanya titik rawan banjir dan longsor, dengan menyiagakan 842 petugas pemeriksa jalur ekstra, petugas penjaga pintu perlintasan ekstra, serta petugas posko daerah pemantauan khusus esktra.
Di samping itu, KAI menyiapkan strategi manajemen krisis bernama AMUS (Alat, Material, Untuk Siaga).
Baca Juga: Tingkatkan Pemanfaatan EBT, PT Bukit Asam Gencar Bangun PLTS
Strategi tersebut selain menyiagakan tim personel lapangan khusus, juga menyediakan alat dan material yang ditempatkan tersebar di sepanjang jalur kereta api.
Hal tersebut bertujuan jika dalam keadaan darurat, perbaikan dapat segera dilakukan.
“Periode Angkutan Lebaran merupakan momentum di mana seluruh insan KAI akan memberikan kinerja terbaik. Hal tersebut kami upayakan agar kereta api tetap menjadi pilihan favorit masyarakat untuk bertransportasi,” tutup Heru.***
Artikel Terkait
Peringati Hari Kanker Anak Sedunia, KAI Ajak Anak Pejuang Kanker Bertualang
Tingkatkan Pelayanan, KAI Tambah Perjalanan LRT Jabodebek Per 1 Maret 2024
Jangan Terlewat! KAI Sediakan 25.000 Cup Kopi Gratis hingga Diskon Tiket 20 Persen di 9 Stasiun
KAI Dorong UMKM Binaannya untuk Tunjukkan Kreativitas di Ajang Bergengsi Inacraft 2024
Ketentuan Bagasi KAI, Ketahui Ukuran dan Berat Koper yang Boleh Dibawa Masuk ke Dalam Kabin Kereta