Meskipun terdapat kenaikan beberapa akun biaya karena dampak dari kenaikan biaya bahan bakar minyak (fuel) dan inflasi, namun melalui inisiatif optimalisasi operasional yang dijalankan sepanjang tahun 2023, SIG mampu menekan Total Biaya/ton.
SIG juga berhasil mengurangi utang berbunga dan menurunkan beban keuangan yang berkontribusi pada peningkatan laba sebelum pajak yang tercatat naik menjadi Rp3,30 trilun.
"Di tahun 2022, terdapat penurunan beban pajak tangguhan yang merupakan ”one time event” dampak restrukturisasi internal group perusahaan sehingga berkontribusi pada laba bersih yang lebih tinggi."
"Sehingga jika dampak penurunan beban pajak tangguhan tersebut dikeluarkan, di 2023 SIG mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 5,9% jika dibandingkan tahun 2022,” jelas Vita Mahreyni.
Baca Juga: Hari Raya Nyepi 2024, Jasa Marga Catat Lebih dari Seratus Ribu Kendaraan Mulai Kembali ke Jabotabek
Vita Mahreyni menyampaikan, Di samping inisiatif efisiensi biaya, pengelolaan arus kas dan permodalan yang optimal terus dilakukan sehingga likuiditas Perusahaan tetap terjaga sangat kuat dengan solvabilitas yang semakin baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Di tahun 2023 SIG mendapat peringkat kredit idAA+ Positif dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) atau naik dari sebelumnya idAA+ Stabil.
Peningkatan ini mencerminkan posisi pasar Perseroan yang kuat, fasilitas produksi dan logistik yang terdiversifikasi dengan baik, dan profil keuangan yang sehat.
Selain pertumbuhan pada kinerja bisnis, SIG juga berhasil mencatatkan capaian membanggakan pada aspek lingkungan dan sosial.
Fokus SIG dalam menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) terus menunjukkan hasil yang signifikan.
Melalui berbagai upaya, mulai dari penurunan faktor terak, pemanfaatan bahan bakar alternatif hingga penggunaan energi surya, telah membantu SIG menurunkan 17,37% intensitas emisi GRK cakupan 1 (dari operasional) dibandingkan baseline tahun 2010.
Baca Juga: Raih Sepuluh Penghargaan ACI ASQ Awards 2023, Tiga Bandara AP II Jadi yang Terbaik di Asia Pasifik
Sedangkan pada cakupan 2 (emisi tidak langsung dari energi listrik) berhasil diturunkan 5,22%.
Artikel Terkait
Teken Kerja Sama, SIG dan Pemkab Gresik Lakukan Pemanfaatan Bahan Bakar Alternatif dari Sampah
Sisihkan 45 Pesaing, SIG Raih Best Paper Award di Ajang Riset Sustainability Kelas Dunia ICSEEA 2024
Belanja TKDN Naik Menjadi Rp23,7 Triliun, SIG Kembali Raih Apresiasi P3DN Terbaik dari Kementerian Perindustrian
Direktur Operasi SIG Reni Wulandari: Jawab Bias Gender dengan Profesionalisme