Pertamina Kontributor 68% Produksi Minyak Mentah di Indonesia

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Jumat, 15 Maret 2024 | 06:30 WIB
Pertamina jadi kontributor minyk mentah terbesar di Indonesia. (Dok. Pertamina)
Pertamina jadi kontributor minyk mentah terbesar di Indonesia. (Dok. Pertamina)

Kabar BUMN – Sebanyak 68% produksi minyak mentah di Indonesia berasal dari Pertamina.

Hal ini menjadikan Pertamina sebagai produsen minyak mentah terbesar di Indonesia.

Hingga akhir tahun 2023, tercatat tingkat produksi subholding hulu PT Pertamina Hulu Energi mencapai 566 ribu barel minyak per hari (barrel oil per day/BOPD).

Baca Juga: Pertahankan Kinerja HSSE di Lapangan, Pertamina Drilling Raih Penghargaan IADC Dua Tahun Berturut-Turut

Angka tersebut setara dengan 68% produksi minyak mentah nasional.

Sementara untuk produksi gas 2023 dari subholding hulu menyumbang 33% produksi nasional.

Jumlahnya setara dengan 2.766 Juta Standar Kaki Kubik per Hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD).

Baca Juga: Tunjukkan Kinerja Operasional Mumpuni, Rig PDSI#51.2 Dianugerahi Penghargaan Best Rig Performance oleh Regional 1 Pertamina Hulu Rokan

Sehingga, produksi minyak dan gas (migas) Pertamina mencapai 1.044 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD).

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso mengatakan Pertamina Group merupakan penyumbang terbesar pada produksi minyak nasional.

Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), sebagian besar dari 10 perusahaan produsen minyak terbesar yang beroperasi di dalam negeri, merupakan anak usaha atau afiliasi Pertamina.

Baca Juga: Bahan Bakar Pertamina Patra Niaga Dukung Kesuksesan Pelaksanaan F1 Power Boat

“Pertamina berkontribusi secara mayoritas untuk produksi minyak Indonesia.

"Ini menunjukkan komitmen kami dalam menjaga ketahanan energi nasional,” ucap Fadjar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini