Hadiri Forum CERAWeek, Ini Strategi Pertumbuhan Ganda Pertamina Untuk Penuhi Energi Nasional

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Senin, 25 Maret 2024 | 06:30 WIB
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati memaparkan strategi pertumbuhan ganda guna mempertahankan kebutuhan energi nasional  dalam forum CERAWeek yang digelar di Houston Amerika Serikat. (DOK.PT Pertamina (Persero) )
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati memaparkan strategi pertumbuhan ganda guna mempertahankan kebutuhan energi nasional  dalam forum CERAWeek yang digelar di Houston Amerika Serikat. (DOK.PT Pertamina (Persero) )

“Dari strategi pertumbuhan ganda ini, kami yakin bahwa transisi energi yang kami lakukan akan berlangsung tanpa ada yang perlu dikorbankan. Kami akan beralih menuju energi yang berkelanjutan tanpa mengorbankan keamanan dan ketersediaan energi,” imbuh Nicke.

Baca Juga: Naik Gondola Menyeberangi Jurang Sedalam 150 Meter di Girpasang, Tempat Wisata di Klaten yang Punya Pemandangan Seperti Swiss

Di forum global tersebut, Nicke juga mengulas mengenai tantangan utama dalam transisi energi di Indonesia meliputi teknologi, pembiayaan, dan pengembangan SDM.

Menurutnya memperbaiki kualitas talenta SDM harus dilakukan, agar siap dan relevan dengan kebutuhan energi masa depan. Teknologi juga sangat penting, meskipun Pertamina perlu mempertahankan produksi minyak dan gas serta mengurangi emisi karbon.

“Kami telah melakukan dekarbonisasi ruang lingkup 1 dan 2 dalam operasi, dan kami berhasil mengurangi sekitar 31% emisi karbon dalam operasi internal, tetapi kami masih percaya bahwa masih banyak ruang untuk ditingkatkan,” tambah Nicke.

Baca Juga: Sinergi Nindya Karya dengan Kejati DKI Jakarta Wujudkan Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara

Nicke mengakui bahwa dekarbonisasi adalah prioritas utama yang diikuti oleh pengembangan teknologi baru untuk memanfaatkan sumber daya domestik seperti bio energi.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi energi berbasis tumbuhan, sehingga diperlukan teknologi yang dapat mengolah sumber daya alam menjadi energi.

Selain itu, tambahnya, pemboran unconventional dan teknologi penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon juga penting untuk mengatasi tantangan offset karbon.

Baca Juga: 5 Tempat Makan di Jakarta yang Buka 24 Jam dan Direkomendasikan untuk Sahur di Luar

“Kami percaya bahwa teknologi dan kolaborasi adalah kunci untuk kemajuan dalam hal ini,”pungkas Nicke.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini