"Kemarin rapat persiapan Idul Fitri bersama Bapak Menko PMK dan Bapak Kapolri, kami dari Badan Pangan Nasional telah menghitung melalui proyeksi neraca pangan dan hasilnya proyeksi 12 komoditas pangan strategis kita senantiasa aman dan cukup sampai April mendatang."
"Tentunya berbagai langkah intervensi telah pemerintah laksanakan demi ketersediaan pasokan bagi masyarakat," terangnya.
Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik (SCPP) Perum Bulog Mokhamad Suyamto menerangkan bahwa Bulog sebagai operator pemerintah terus melakukan intervensi nyata dalam menjaga ketahanan pangan.
Diantaranya dengan melaksanakan program Bantuan Pangan, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang ketiganya dilaksanakan di seluruh Indonesia.
Baginya, Bulog sebagai penjaga ketahanan pangan perlu melakukan upaya yang intens dan strategis untuk menjaga keseimbangan harga baik di tingkat produsen dan konsumen.
"Masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak perlu panik, stok yang ada di gudang Bulog cukup untuk kegiatan stabilisasi maupun Bantuan Pangan."
Baca Juga: Tidak Usah ke Turki, Pemandangan Ala Cappadocia Juga Bisa Dinikmati di The Lodge Maribaya Bandung
"Kemarin-kemarin memang di bulan Februari itu harga sempat tinggi karena memang siklus tahunan Januari-Februari itu minus, tapi sekarang sudah mulai panen jadi saya yakin harga beras akan semakin turun dan terjangkau oleh masyarakat." tegasnya.
Khudoir (63 tahun) warga Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli yang tak lain adalah salah seorang penerima manfaat yang hadir pada kegiatan tersebut menyampaikan bahwa dirinya bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bagi dirinya dan keluarga, beras Bantuan Pangan sejumlah 10 kg per bulan ini sedikit banyak dapat mencukupi kebutuhan konsumsi keluarganya selama lebih kurang dua minggu atau setengah dari kebutuhan konsumsi bulanan keluarganya.
"Terimakasih banyak-banyak saya ucapkan kepada Bulog yang secara rutin membagikan beras pada masyarakat kecil seperti saya ini."
"Buat saya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan tidak menentu, beras ini sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan keluarga setiap bulannya."
"Saya sedih sekali jika beras bantuan ini tidak dilanjutkan." tuturnya.
Artikel Terkait
Dirut BULOG Cek Stok Beras di Pasar Johar Karawang, Bayu: Ini Sudah Mendekati Pasokan Normal..
Himbauan Dirut Bulog: Masyarakat Tak perlu Khawatir Stok Beras Cukup dan Harga Mulai Stabil
BULOG Sediakan 350 Kuota Mudik Asyik Bersama BUMN 2024 untuk Tujuan Jawa dan Sumatera, Berikut Link Pendaftarannya
Komitmen BULOG Upayakan Berbagai Cara untuk Stabilkan Harga Beras