ID FOOD Ekspor Etanol Farmasi ke Belanda, Dorong Produk Turunan Tebu ke Pasar Internasional

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Kamis, 4 April 2024 | 16:00 WIB
ID FOOD ekspor etanol farmasi ke Belanda. (DOK.PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero))
ID FOOD ekspor etanol farmasi ke Belanda. (DOK.PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero))

"Kita terus melakukan upaya agar industri tebu yang kita jalankan saat ini tidak hanya tergantung pada produk akhir gula, tetapi juga menghasilkan produk-produk turunannya termasuk etanol,” ujarnya.

Baca Juga: Hutama Karya Fungsionalkan Jembatan Kaligawe Tol Semarang-Demak Seksi 1A Selama Arus Mudik Lebaran 2024

Sementara itu, Direktur Komersial ID FOOD Nina Sulistyowati mengatakan, ekspor etanol ini merupakan tindak lanjut ID FOOD dalam melakukan pengembangan untuk memperkuat lini bisnis gula yang merupakan sektor bisnis terbesar perseroan.

“Saat ini gula masih menjadi kontributor terbesar dari revenue ID FOOD, kurang lebih sebesar 35% pemasukan dihasilkan dari industri gula yang dihasilkan dari 3 anak perusahaan, yaitu PT PG Rajawali I, PT PG Rajawali II, dan PT PG Candi Baru. Maka dari itu pengembangan produk turunan tebu diharapkan dapat mendorong nilai tambah untuk peningkatan skala bisnis,” ungkapnya

Nina menambahkan, hal ini juga sebagai upaya untuk mendukung terwujudnya swasembada gula sejalan dengan Perpres Nomor 40 Tahun 2023, tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Penyediaan Bioetanol sebagai Bahan Bakar Nabati (Biofuel).

Baca Juga: Isi Liburan dengan Belajar Membuat Kerajinan Tangan Khas Indonesia, Lebih Unik dan Berbeda dari yang Lain

“Kita melakukan benchmark kepada negara-negara dengan industri gula yang telah mapan seperti Brazil, di mana sektor industri gula yang kuat harus ditopang oleh pengembangan produk turunan tebu yang berkualitas, sehingga sektor tersebut dapat sustain karena tidak hanya tergantung pada satu komoditas,” ungkapnya.

Selain memproduksi etanol, ID FOOD juga telah mengembangkan produk berbasis tebu berupa spiritus, molases/tetes tebu, hand sanitizer, brown sugar, kecap, gula cair, minuman jus sari tebu, dan PTOC (Pembenah Tanah Organik Cair).

Saat ini lini bisnis gula ID FOOD diperkuat oleh 7 pabrik yang berlokasi di Jawa Barat dan Jawa Timur. Mengelola sebanyak 55 ribu ha lahan baik HGU maupun kemitraan, serta berkontribusi sekitar 270 ribu ton gula setiap tahun.

Baca Juga: Perjalanan Mudik Idul Fitri 1445 H Lebih Singkat via Jalur Fungsional Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogro Ruas Colomadu-Ngawen

“ID FOOD mengelola 10% dari keseluruhan lahan tebu nasional dan berkontribusi 13% dari sisi produksi,” ucap Nina.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini