Reduksi Emisi Gas Rumah Kaca, SIG Tingkatkan Penggunaan Bahan Bakar Alternatif Menjadi 559 Ribu Ton

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Rabu, 24 April 2024 | 11:00 WIB
Proses pemilahan sampah yang akan diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) di TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. (DOK.PT Semen Indonesia (Persero) Tbk)
Proses pemilahan sampah yang akan diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) di TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. (DOK.PT Semen Indonesia (Persero) Tbk)

Kabar BUMN - Emisi gas rumah kaca (GRK) telah menjadi perhatian dunia karena mampu menyebabkan perubahan iklim.

Karena itu, muncul komitmen global untuk mewujudkan Net Zero Emission pada tahun 2060.

Sebagai perusahaan BUMN, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mendukung inisiatif Net Zero Emission dengan penggunaan bahan bakar alternatif untuk mendorong rasio substitusi energi panas (thermal substitution rate/TSR).

Baca Juga: Beli Paket Data Telkomsel di Livin’ Sukha Dapat Bonus Pulsa Rp10 Ribu, Bank Mandiri dan Telkomsel Bagikan Promo Sampai 26 Desember 2024

Mengacu pada data Perseroan, selama 2023 SIG berhasil meningkatkan penggunaan bahan bakar alternatif dari limbah industri, sampah perkotaan yang diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF), biomassa dan sumber lainnya, menjadi 559.625 ton atau naik 27% dari tahun 2022 sebanyak 437.232 ton.

Dengan inisiatif tersebut, SIG berhasil melakukan substitusi batu bara dalam produksi semen sehingga rasio TSR tercapai sebesar 7,27%.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, penggunaan bahan bakar alternatif sebagai substitusi batu bara merupakan inisiatif strategis untuk mendorong optimalisasi penggunaan energi baru terbarukan (EBT) yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: Trekking Tipis ke Air Terjun Tancak, Menyaksikan Keindahan Alam yang Terletak di Kaki Gunung Pasang

Menurutnya, inisiatif tersebut juga merupakan upaya SIG dalam mereduksi emisi GRK yang menjadi penyebab perubahan iklim dan pemanasan global.

”Perubahan iklim yang disebabkan oleh emisi GRK telah berdampak pada peningkatan suhu bumi. Kondisi ini mendesak adanya upaya bersama dalam mereduksi emisi GRK."

"Sebagai perusahaan yang berorientasi pada keberlanjutan, SIG berkomitmen untuk berpartisipasi dalam upaya global mereduksi emisi GRK melalui penggunaan bahan bakar alternatif sebagaimana telah ditetapkan dalam Sustainability Roadmap SIG 2030,” kata Vita Mahreyni.

Baca Juga: Hannover Messe 2024, Pertamina Tegaskan Target 25 Persen Pemimpin Perempuan di Sektor Energi

Penggunaan bahan bakar alternatif juga memberikan manfaat dari berbagai aspek, mulai dari lingkungan, ekonomi, hingga sosial. RDF misalnya.

Pada aspek lingkungan, selain dapat menurunkan emisi gas rumah kaca, penggunaan RDF juga menjadi solusi untuk mengurangi persoaalan yang ditimbulkan dari tumpukan sampah, seperti keterbatasan lahan untuk TPA, menimbulkan bau dan gangguan penyakit pada masyarakat sekitar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini