"Ketepatan waktu merupakan salah satu keunggulan dari transportasi kereta api yang bebas macet, sehingga diminati oleh para pelanggan termasuk pengusaha komoditas,” kata Agus.
Baca Juga: Ketahui Sistem Penilaian Tes Online 1 Rekrutmen Bersama BUMN 2024
Pada triwulan I 2024 pula, KAI terus melakukan upaya perkuatan angkutan barang, salah satunya dengan mengikat kerja sama dengan Progress Rail (Anak Perusahaan Caterpillar) yang berasal dari Amerika Serikat untuk pengadaan 54 lokomotif.
Kesepakatan ini merupakan bagian dari langkah strategis KAI dalam rencana pengembangan angkutan barang di Sumatera Selatan.
Agus mengatakan, KAI melayani berbagai komoditi angkutan barang seperti peti kemas, batu bara, semen, BBM, CPO, pupuk, retail, dan lainnya.
Baca Juga: Suwat Waterfall, Air Terjun Tersembunyi di Gianyar yang Belum Banyak Diketahui Turis Bali
Angkutan barang menggunakan kereta api memiliki berbagai keunggulan seperti ketepatan waktu, keamanan, kapasitas besar, bebas pungutan liar, dan dikelola oleh SDM yang profesional.
Kelebihan kereta api salah satunya adalah kapasitasnya yang sangat besar. Satu gerbong bisa mengangkut 50 ton atau seukuran 2 truk kontainer.
Bahkan, satu rangkaian KA angkutan batu bara di Sumatera bagian selatan dapat menarik 60 gerbong atau 3.000 ton sekaligus. Jika diangkut truk butuh kurang lebih 120 truk.
Baca Juga: Suwat Waterfall, Air Terjun Tersembunyi di Gianyar yang Belum Banyak Diketahui Turis Bali
“Angkutan barang KAI hadir untuk dapat mendukung biaya logistik yang kompetitif dan mengurangi dampak eksternalitas seperti kemacetan, polusi, jalan-jalan yang rusak, serta meningkatkan daya saing global,” tutup Agus.***
Artikel Terkait
Lagi, Petugas Security KAI Amankan Barang Tertinggal Milik Penumpang Senilai 24 Juta
KAI Catat Tiket Kereta Suite Class Compartment dan Luxury Laris Manis saat Angkutan Lebaran 2024
KAI Bongkar Rahasia Cara Isi Bahan Bakar Kereta Api
KAI Operasikan KA Lodaya dengan Kereta Eksekutif dan Ekonomi Stainless Steel New Generation, Intip Kemewahannya
Penasaran Cara Isi Bahan Bakar Kereta? KAI Bongkar Rahasianya