IBC mengajak seluruh pihak, baik BUMN, badan Pemerintah dan Swasta serta berbagai stakeholders lainnya untuk turut berkolaborasi dalam memperluas ekosistem baterai dan kendaraan Listrik.
“Hal ini bertujuan untuk mengimplementasikan new energy ecosystem demi masa depan yang berkelanjutan dan lebih hijau sehingga tercipta Clean & Sustainable Future untuk kehidupan masyarakat Indonesia yang lebih baik,” lanjut Toto.
Direktur Hubungan Kelembagaan dan Komersial IBC, Reynaldi Istanto menyampaikan, sebagai langkah awal, inisiasi new energy ecosystem di tahun 2024 yang direncanakan meliputi penggunaan motor trail listrik untuk area perkebunan.
Kemudian penggunaan baterai lithium ion untuk telco, implementasi fleet motor listrik dan bus listrik untuk area pariwisata, penggunaan battery cell IBC untuk industri pertahanan, dan implementasi battery energy storage untuk penggunaan di kereta api.
“Selain berpotensi untuk mereduksi emisi karbon, implementasi new energy ecosystem ini sekaligus menjadi market creation dari hilirisasi baterai nikel yang dilakukan oleh IBC, serta membuka peluang industri domestik dan penyerapan tenaga kerja melalui lokalisasi industri ekosistem tersebut.
Dalam implementasinya, IBC bermitra dengan pemain global sehingga teknologi yang diadopsi memiliki performa yang baik. Kemitraan ini juga dapat meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia dan potensi alih teknologi” kata Reynaldi.***
Artikel Terkait
Kolaborasi PLN dan IBC untuk Pengembangan Battery Energy Storage System
WIKON - IBC Dukung Pengembangan dan Percepatan Ekosistem Kendaraan Listrik
PLN Gandeng IBC dan Manufaktur Permudah Masyarakat Beli Motor Listrik
PLN Dukung Penuh Langkah IBC dan Manufaktur Standarkan Baterai Molis
Melalui IBC, PLN Dukung Pertumbuhan Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia