Puluhan Tahun Terkungkung Kegelapan, KPI Sulap Sumber Daya Air dan Sinar Matahari untuk Bangkitkan Listrik di Sumsel

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Selasa, 21 Mei 2024 | 14:38 WIB
Kilang Pertamina Internasional (KPI) olah sumber daya air dan sinar matahari di Desa Singapure, Sumsel menjadi energi berkelanjutan. (Dok. Kilang Pertamina Internasional)
Kilang Pertamina Internasional (KPI) olah sumber daya air dan sinar matahari di Desa Singapure, Sumsel menjadi energi berkelanjutan. (Dok. Kilang Pertamina Internasional)

Kabar BUMN - Di Desa Singapure, Sumatera Selatan, bayangan kelam ketiadaan listrik kini sirna. Berkat program Desa Energi Berdikari dari PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), masyarakat 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) di desa terpencil ini akhirnya merasakan terangnya cahaya listrik.

Selama puluhan tahun, Desa Singapure terkungkung dalam kegelapan. Namun, potensi alam yang melimpah, seperti aliran air yang konsisten dan paparan sinar matahari yang cukup, membuka peluang untuk perubahan.

KPI, dengan program Desa Energi Berdikari, melangkah maju untuk mengubah sumber daya alam ini menjadi energi berkelanjutan.

Baca Juga: Program Undi-undi Telkomsel: Simak Daftar Hadiah Mei 2024, Cara Tukar Poin Hingga Syarat dan Ketentuannya

"KPI melalui Unit Plaju mengembangkan program Desa Energi Berdikari. Program ini mendorong masyarakatnya mendapat suplai listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro atau PLTMH dengan kapasitas 28 kWh," kata Corporate Secretary KPI Hermansyah Y Nasroen.

"Selain itu, juga terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS dengan kapasitas 8,2 kWp," tuturnya.

Hermansyah menyampaikan bahwa keunikan program ini karena dilakukan dengan konsep berbasis pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Artinya keberlangsungan program ini bergantung pada peran serta aktif semua anggota kelompok.

Baca Juga: Bukan Hanya Sashimi, Masih Banyak Hidangan Lain dari Daging Mentah di Seluruh Dunia

Manfaat program ini pun langsung dirasakan oleh masyarakat.

"Melalui program tersebut, desa yang sebelumnya gelap menjadi bercahaya.
Sinarnya menerangi tak hanya malam tapi juga asa warganya," tutur Hermansyah.

"Tak hanya akses energi tapi akses pendidikan juga terbuka saat listrik ada di sini. Anak-anak bisa belajar di kala malam dan keluarga bisa bercengkrama di bawah teduhnya cahaya," jelas Hermansyah.

Pemilihan program ini menurut Hermansyah juga tidak dapat dilepaskan dari potensi sumber daya alam yang terdapat di desa tersebut. "Derasnya aliran air merupakan salah satu potensi alam yang perlu didukung dan dikembangkan," ujar Hermansyah.

Baca Juga: World Water Forum 2024, Pertamina Group All Out Jalankan Peran Dukung Keberlanjutan Air Bersih

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini