Hingga saat ini, sebanyak 8 UKM telah berhasil memproduksi 10 jenis sparepart yang siap digunakan di pabrik-pabrik SIG.
Satu di antaranya adalah CV Kawani yang memproduksi shaft impeller filling spout (penerus gaya putar impeller pada mesin rotary packer), wedge cooler (elemen penyangga cross bar pada clinker cooler agar tidak bergeser), dan roller pan conveyor (roda baja penumpu pan conveyor).
Bahkan, CV Kawani telah menerima pesanan produk wedge cooler sebanyak 1.000 pieces untuk pabrik PT Semen Gresik di Rembang.
Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari mengatakan, kunjungan ini menjadi bukti komitmen Kementerian BUMN dalam pengembangan UKM, sekaligus dukungan bagi SIG untuk terus meningkatkan TKDN sparepart berbasis pembinaan UKM.
Baca Juga: Kembalikan Semangat Bekerja Setelah Libur Long Weekend dengan Tips Ampuh Ini
Inisiatif ini juga diharapkan akan membantu terciptanya rantai pasok yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing Perusahaan dengan mensubstitusi produk yang sebelumnya impor.
”SIG ingin menciptakan sebuah ekosistem bisnis yang membantu Perusahaan dalam memenuhi kebutuhan sparepart pabrik dari industri dalam negeri," kata Reni Wulandari.
"Di saat yang sama, SIG juga memberikan nilai tambah kepada UKM melalui peningkatan kapabilitas dalam produksi sparepart yang andal secara teknis dan ekonomis,"
"Sekaligus memenuhi standar industri sehingga tidak hanya dapat digunakan di pabrik SIG tetapi juga oleh perusahaan lain,” tambahnya.
Baca Juga: KAI Rilis Daftar KA yang Sudah Menggunakan Kereta New Generation, Apa Saja?
Ketua Pengurus YDBA, Rahmat Samulo menyampaikan, bahwa kolaborasi SIG dan Astra dalam peningkatan TKDN yang melibatkan UKM ini sejalan dengan semangat Astra untuk terus kolaborasi menumbuhkan UKM di tanah air.
Samulo berharap, kolaborasi ini dapat terus berjalan, bahkan diperluas dengan melibatkan Perusahaan BUMN lainnya dan melibatkan lebih banyak lagi UKM binaan.
”Astra melalui YDBA juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian BUMN, SIG dan CV Kawani Tekno Nusantara atas kolaborasi yang telah berjalan, tuturnys.
"Kolaborasi ini akan mempercepat pergerakan bagaimana UKM untuk naik kelas dan kolaborasi ini sangat penting untuk mengangkat UKM menjadi lebih baik lagi,” ujar Samulo.
Baca Juga: Magang MAGENTA BUMN: PT Biro Klasifikasi Indonesia Buka Lowongan untuk S1 Psikologi
Artikel Terkait
Kuartal I Tahun 2024, SIG Catatkan Laba Sebesar Rp472 Miliar di Tengah Kontraksi Permintaan Semen Domestik
RUPST Tahun 2024, SIG Putuskan Pembagian Dividen Senilai Rp572 Miliar
Bawa Misi Keberlanjutan SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Raih 3 Penghargaan dari Kementerian Desa PDTT
Pertama dari Sektor Industri Manufaktur Material Dasar, SIG Dorong Arsip Pabrik Indarung I Menjadi Memory of the World (MOW)
Lindungi Keanekaragaman Hayati, Anak Usaha SIG Alokasikan Separuh Area Pabrik Cilacap Sebagai Hutan Kota