Pertamina Gelar Pertemuan Organisasi Petroleum ASEAN, Dorong Kolaborasi untuk Ketahanan Energi Kawasan

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Selasa, 28 Mei 2024 | 08:00 WIB
Pertamina jadi tuan rumah pertemuan tahunan ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) ke-8, dorong kolaborasi untuk perkuat ketahanan energi. (Dok. Pertamina)
Pertamina jadi tuan rumah pertemuan tahunan ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) ke-8, dorong kolaborasi untuk perkuat ketahanan energi. (Dok. Pertamina)

Menurutnya, untuk menjawab tantangan energy trilemma dibutuhkan kolaborasi yang kuat dengan berbagai stakeholders dan ASCOPE sebagai hub dari industri migas ASEAN akan memainkan peranan penting.

“Saya optimistis ASCOPE akan menjadi organisasi yang menjembatani pertukaran pengetahuan, menjawab isu-isu penting, dan mendorong inisiatif Kerjasama," tuturnya.

Baca Juga: Dijamin Bikin Betah, Kulineran di Alam Caldera Resto Bakal Ditemani View Gunung dan Danau Batur, Datang Pagi-pagi Biar Bisa Lihat Sunrise

"Pada forum tahun ini Pertamina berinovasi dengan memberikan sesi networking yang memungkinkan membangun potensi kerjasama antar perusahaan dan negara,” ungkap Dr. Tran

Dukungan atas pelaksanaan acara ini turut diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang disampaikan oleh Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Mirza Mahendra.

Dalam sambutannya Mirza menyampaikan Pemerintah Indonesia meyakini bahwa kolaborasi antar negara dan perusahaan di ASEAN sangatlah penting untuk meningkatkan ketahanan energi dan percepatan energi transisi.

Baca Juga: Berapa Banyak Telkomsel Poin yang Kamu Punya? Tukar dengan Kupon Undi-undi Hepi, Ada Banyak Hadiah yang Bisa Kamu Menangkan

“Kolaborasi ini contohnya dapat dilakukan pada pengelolaan rantai suplai migas di ASEAN sesuai kapabilitas dan kapasitas masing-masing negara," terang Mirza.

"Selain itu juga mengembangkan partnership di fasilitas dan proyek migas di ASEAN, seperti utilisasi bersama LNG Terminal, Drilling Rig dan fasilitas lainnya” ujar Mirza.

Selain itu Mirza juga mengapresiasi anggota ASCOPE yang terus melanjutkan inisiatif proyek Trans ASEAN Gas Pipeline yang akan membentuk interkoneksi pada jaringan pipa gas eksisting dan proyek kedepannya serta infrastruktur LNG di ASEAN.

Mirza juga mendorong untuk terus mengembangkan hub Carbon Capture & Storage (CCS) melalui kerjasama, mengingat Indonesia dan ASEAN memiliki potensi besar sebagai hub CCS.

Baca Juga: Hormati Tugasnya! Penumpang Sebaiknya Tidak Minta Ini ke Flight Attendant di Saat Penerbangan

Pada sesi pembukaan ASCOPE 8th Mid-Year Task Force Meeting 2024 juga dilaksanakan paparan dan diskusi dengan topik Energy Transition & ASEAN Opportunities, yang membahas konektivitas and resiliensi energi regional ASEAN oleh Jarand Rystad, CEO Rystad Energy.

Selain itu Direktur Eksekutif ASEAN Center for Energy Dr. Nuki Agya Utama turut menyampaikan pemaparannya mengenai ASEAN Plan of Action for Energy Cooperation (APAEC) Post-2025 Development cetak biru kerjasama energi regional di ASEAN.

ASCOPE 8th Mid-Year Task Force Meeting 2024 ini dihadiri lebih dari 150 peserta, dengan delegasi dari berbagai negara yang menjadi bagian dari ASCOPE, antara lain Brunei, Cambodia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam dan Indonesia sebagai tuan rumah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini