Adapun rencana tersebut, antara lain:
Baca Juga: Lamar Sekarang! Lowongan Magang BUMN PT Rajawali Nusindo, Lokasi Jakarta Selatan
1. Pemetaan sumber daya minyak dan gas regional dan sistem penyeimbangan pasokan-permintaan di luar jalur pipa untuk mendukung ketahanan energi dan pertumbuhan ekonomi regional;
2. Pengembangan bidang hulu dengan menerapkan teknologi rendah karbon (seperti dekarbonisasi, reduksi metana, CCS/CCUS, LNG rendah karbon);
3. Meningkatkan penggunaan sumber energi yang terdiversifikasi dengan memanfaatkan turunan gas (seperti metanol, hidrogen, dan amonia) untuk mendukung solusi rendah karbon; dan
Baca Juga: Gandeng Masdar UEA, PLN Bentuk Kajian Ekspansi PLTS Terapung Cirata hingga 500 MWac
4. Pembentukan ASEAN Center of Excellence for Oil, Gas and Bioenergy yang dapat meningkatkan kapasitas dan keterampilan dalam kemajuan teknologi rendah karbon untuk mendukung target Net Zero Emissions.
Sebagai penutup, Nicke menekankan pentingnya menyelaraskan strategi energi melalui kolaborasi untuk mencapai manfaat yang optimal untuk masing-masing perusahaan dan negara.
"Melalui tindakan kolektif dan solusi inovatif, kita dapat memperkuat infrastruktur dan ketahanan energi kita, memastikan masa depan energi yang aman dan berkelanjutan di kawasan ASEAN," jelas Nicke.
Baca Juga: Ada Kesempatan Magang di BUMN dari Kantor Berita ANTARA, Posisi Video Editor Social Media
"Mari kita maju bersama, berkomitmen untuk mencapai tujuan bersama demi kepentingan semua negara anggota," tutupnya.
Selain Pertamina, negara-negara peserta ASCOPE juga menyampaikan rencana dan pengembangan bisnis di masing-masing negaranya untuk mendukung capaian APAEC.
Beberapa negara peserta juga membuka potensi kerjasama bilateral untuk mengoptimalkan pengembangan bisnis energi regional.
Baca Juga: Langsung Cair! Ini Cara Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan via Aplikasi JMO, Tak Perlu Repot ke Lokasi
ASCOPE Secretary In Charge (ASIC) sebagai pimpinan kesekretariatan ASCOPE yang dijabat oleh Dr. Tran Hong Nam, dari Vietnam mengapresiasi forum diskusi para pemimpin perusahaan ini yang dapat mendorong inisiatif kolaboratif dan memfasilitasi pertukaran pengetahuan merupakan hal yang sangat penting secara strategis untuk mengatasi beragam tantangan yang dihadapi sektor energi di ASEAN.
Artikel Terkait
Elnusa Raih Kontrak Integrated Drilling Services Senilai USD 106 Juta di Wilayah Regional 2 Pertamina Hulu Energi
Pertamina Mandalika Racing Series 2024 Round 2, Pecah Rekor Jumlah Peserta di Mandalika
Kemendag dan Pertamina Patra Niaga Berkomitmen Awasi Pengisian LPG di SPBE
Pertamina Gelar Pertemuan Organisasi Petroleum ASEAN, Dorong Kolaborasi untuk Ketahanan Energi Kawasan
Dorong Pemberdayaan Warga Binaan Lapas, Kilang Pertamina Unit Balongan Laksanakan Program Bermanfaat Ekonomi