"Saya ucapkan terima kasih dari berbagai kalangan BUMD, BUMN dan Pemerintah," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Advisory Management Departement Head Jasa Marga Krisma Perwita Sari mengatakan, Jasa Marga menghadiri expo ini sebagai bagian dari sosialisasi implementasi Governance, Risk, and Compliance (GRC) di setiap lini bisnis Jasa Marga guna mendukung peningkatan kinerja yang berkelanjutan.
"Jasa Marga hadir untuk lebih mengenalkan proses bisnis yang ada di Jasa Marga kepada masyarakat, implementasi GRC yang berkelanjutan, dan edukasi, karena para peserta yang hadir di acara ini merupakan pengguna jalan tol," ucapnya.
Baca Juga: ASDP Catat Keberhasilan Digitalisasi Tiket Ferry dengan 2,32 Juta Pengguna Ferizy
Terkait pengawasan, lanjut Krisma, Jasa Marga turut menjelaskan terkait kebijakan perusahaan tentang Whistleblowing System (WBS), dan jenis jenis pengawasan berbasis risiko di Jasa Marga.
"Melalui WBS yang terintegrasi dengan KPK, Jasa Marga dapat memonitor dan mengevaluasi penerapan sistem yang ada dan setiap individu harus taat terhadap aturan yang berlaku," lanjutnya.
"Di internal Jasa Marga sendiri sudah melakukan pengawasan berbasis risiko dengan beberapa pendekatan seperti perencanaan audit tahunan (makro level), perencanaan audit (mikro level), pelaksanaan audit, pelaporan, dan monitoring tindak lanjut,” tambah Krisma.
Harapannya melalui kegiatan ini dapat meningkatkan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan setiap lini bisnis di Jasa Marga yang selalu mengedepankan praktik GCG. (*)
Artikel Terkait
Jasa Marga Dorong 4 UMK Binaan dengan Berpartisiapsi dalam Pameran Adiwastra Nusantara 2024
Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi Tahap 1 Capai 35,84%, Jasa Marga Kejar Target Tepat Waktu
Jasa Marga Umumkan Pemenang Lomba Karya Jurnalistik dalam Rangka HUT Ke-46 "Jasa Marga Dalam Berita 2024"
Jasa Marga Gelar OperasiĀ ODOL di Jalan Tol Cipularang, Jaring Lebih dari 200 Kendaraan Besar
H+2 Libur Panjang Waisak, Jasa Marga Catat 156 Ribu Kendaraan Kembali ke Jabotabek