Selanjutnya ada GetPay yaitu ekosistem digital dengan fitur point of sales serta take and go yang terintegrasi dengan super app Travoy sehingga mempermudah transaksi para pelaku usaha termasuk UMKM untuk jauh lebih efektif dan efisien.
Terakhir ada Getoll yaitu gerbang pembayaran online yang mempermudah bisnis dalam menerima pembayaran elektronik dari pelanggan seperti direct debit, virtual account, dan QRIS dengan biaya yang lebih rendah sehingga cocok untuk digunakan oleh para pelaku UMKM dan start up.
Direktur Utama PT JMTO Yoga Tri Anggoro juga menjadi pembicara dalam Special Interest Session yang menjelaskan mengenai implementasi ITS di Jasa Marga, terutama saat digunakan pada peak season yang terjadi pada periode libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1445 H/2024.
Baca Juga: KAI Rilis Ketentuan Baru Pembatalan Tiket Kereta Api, Prosesnya Jadi Lebih Cepat
PT JMTO, operator jalan tol terbesar di Indonesia, mengimplementasikan berbagai sistem transportasi cerdas untuk meningkatkan keamanan dan kelancaran di jalan tol.
Sistem-sistem ini, seperti Advanced Traffic Management System (ATMS), Dynamic Messages Sign (DMS), traffic management, dan real time traffic monitoring, membantu JMTO dalam memantau kondisi jalan tol secara real-time dan mengambil tindakan preventif untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan kemacetan.
“Selain itu kami juga memiliki Advanced Traveller Information System (ATIS) untuk memberikan informasi kepada pengguna sebelum memulai perjalanan melalui aplikasi Travoy," katanya.
Baca Juga: Mengunjungi Air Terjun Tertinggi di Jawa Tengah, Curug Sewu di Kendal Menawarkan Sejuta Pesona
"Kami juga memiliki Emergency Management System (EMS) yakni sistem deteksi pelanggaran lalu lintas seperti kecepatan dan batas beban, deteksi kendaraan roda dua yang memasuki jalan tol,"
"Pelanggaran bahu jalan dengan bantuan kamera analitik yang ada di jalan tol, serta teknologi lainnya seperti Advanced Vehicles Control and Safety System (AVCSS) dan Electronic Payment System (EPS),” ungkapnya.
Penerapan inovasi sistem transportasi cerdas ini sangat berdampak besar saat peak season Hari Raya Idulfitri 1445H/2024 lalu.
Jasa Marga sukses mengawal arus mudik dan arus balik dengan mencatat puncak volume lalu lintas kendaraan meninggalkan Jakarta yang meningkat hingga 144,7% dari periode normal dan puncak volume lalu lintas kendaraan kembali ke Jakarta meningkat hingga 198,1% dari periode normal.
Baca Juga: Cuma Bayar Pakai QRIS Livin' by Mandiri, Beli Tiket The Garfield Movie Dapat Cashback 100 Persen
“Pada periode libur Hari Raya Idul Fitri 1445H/2024, Jasa Marga juga berhasil meningkatkan waktu perjalanan," terang Yoga.
"Data tertinggi tercatat pada kecepatan rata-rata Semarang ke Jakarta (420 km) yang mencapai 79,1 km/jam atau 2,25% lebih cepat dibandingkan tahun 2023."
Artikel Terkait
Jasa Marga Umumkan Pemenang Lomba Karya Jurnalistik dalam Rangka HUT Ke-46 "Jasa Marga Dalam Berita 2024"
Jasa Marga Gelar OperasiĀ ODOL di Jalan Tol Cipularang, Jaring Lebih dari 200 Kendaraan Besar
H+2 Libur Panjang Waisak, Jasa Marga Catat 156 Ribu Kendaraan Kembali ke Jabotabek
Jasa Marga Sosialisasikan Internal Audit Berbasis Good Corporate Governance di Expo Pengawasan Intern BPKP 2024
Libur Panjang Hari Raya Waisak 2024, Jasa Marga Catat 335 Ribu Kendaraan Berbalik ke Wilayah Jabodetabek