Tembus Rp487 Triliun, Pendapatan PLN Ditopang Peningkatan Penjualan Tenaga Listrik

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 31 Mei 2024 | 07:30 WIB
Pendapatan usaha PLN pada tahun 2023 melonjak 10,48% menjadi Rp487,38 triliun.  (Dok. PLN)
Pendapatan usaha PLN pada tahun 2023 melonjak 10,48% menjadi Rp487,38 triliun. (Dok. PLN)

Baca Juga: IDESS Integrated Drilling Project, Pertamina Drilling Tajak Sumur Perdana di PHR WK Rokan

"Kami mendorong pelaku usaha di sektor agrikultur melakukan inovasi teknologi berbasis listrik agar lebih modern dan membuat produktivitas mereka meningkat signifikan dibanding dengan menggunakan energi fosil,” ungkap Darmawan.

PLN juga aktif mendukung pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik. Sepanjang tahun 2023 jumlah home charging telah mencapai 9.393 unit, meningkat lebih dari 10 kali lipat dari tahun 2022.

Pendapatan usaha PLN pada tahun 2023 melonjak 10,48% menjadi Rp487,38 triliun. (Dok. PLN)

Sementara jumlah SPKLU mencapai 624 unit, meningkat lebih dari 2 kali lipat dari tahun 2022.

Penambahan infrastruktur ini membuat konsumsi daya untuk kendaraan listrik mencapai 5.401 MWh, meningkat lebih dari 5 kali lipat dibanding tahun 2022.

Baca Juga: The Nusa Dua Memperkuat Citra Internasional Sebagai Tuan Rumah World Water Forum ke-10 Tahun 2024

Percepatan penyambungan pelanggan yang dilakukan PLN juga sangat berdampak terhadap peningkatan penjualan di tahun 2023. Sepanjang tahun 2023, PLN berhasil menambah 3,5 juta sambungan pelanggan baru.

“Kami terus memperbaiki proses bisnis layanan secara end to end. Ini merupakan komitmen kami untuk meningkatkan kepuasan pelanggan kami,” kata Darmawan.

Peningkatan pendapatan diraih bukan hanya dari penjualan tenaga listrik, melainkan juga dari pengembangan usaha di luar sektor ketenagalistrikan atau beyond kWh.

Baca Juga: Surganya Alam Bawah Laut, Rekomendasi 6 Spot Menyelam Terbaik di Indonesia

Bisnis tersebut antara lain penyediaan energi primer untuk pembangkit swasta, jasa jaringan telekomunikasi, pemeliharaan infrastruktur kelistrikan, penyewaan peralatan dan infrastruktur kelistrikan, hingga layanan kajian proyek kelistrikan untuk badan usaha lain.

“Cara pandang pengembangan bisnis yang dulunya stagnan dan backward looking, menjadi lebih ekspansif, dinamis, dan forward looking,” jelas Darmawan.

Sepanjang tahun 2023, bisnis beyond kWh ini sukses menyumbang pendapatan sebesar Rp10,27 triliun. Angka ini melonjak naik 52,57% dibanding tahun 2022 yang sebesar Rp6,73 triliun. (*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini