"Garuda Indonesia juga telah mempersiapkan langkah mitigasi yang diperlukan, sehingga kami optimistis keberangkatan haji dari Embarkasi Banda Aceh dapat terjaga kelancarannya hingga 12 kloter diberangkatkan seluruhnya.”
Lebih lanjut, selain mengoptimalkan rotasi pesawat dan ketepatan waktu penerbangan, Garuda Indonesia juga berkomitmen mewujudkan visi “Haji Ramah Lansia” melalui penyediaan fasilitas penunjang dalam perjalanan darat maupun udara.
Di antaranya, layanan Priority Boarding yang menyediakan 30 kursi roda di masing-masing embarkasi, penyediaan emergency equipment, hingga pendampingan intensif oleh awak pesawat Garuda Indonesia.
Senada, Kepala Seksi Pelayanan dan Pengoperasian Bandar Udara (P2BU) Otoritas Bandara Internasional Minangkabau, Alphada Satriansa, mengungkapkan bahwa capaian OTP keberangkatan jemaah haji dari Embarkasi Padang terwujud berkat komunikasi antar-stakeholder yang positif dan saling mendukung.
Ia menambahkan, pihaknya melaksanakan inspeksi secara menyeluruh dalam pelaksanaan penerbangan haji, mulai dari aspek navigasi, keamanan, hingga aspek angkutan udara yang turut mencakup pengecekan dokumen penerbangan dan kelaikan pesawat.
“Dengan koordinasi yang baik tersebut, kami optimistis Garuda Indonesia bersama-sama seluruh stakeholders dapat mengimplementasikan langkah- langkah mitigasi yang diperlukan,"
"Untuk mewujudkan operasional penerbangan yang menunjang kenyamanan perjalanan ibadah para calon jemaah haji,” ujar Alphada.
Hingga Kamis (30/5), Garuda Indonesia telah memberangkatkan sebanyak 6.282 jemaah dalam 16 kloter—dari total 17 kloter yang akan diberangkatkan tahun ini.
Pemberangkatan jemaah dari Embarkasi Padang tersebut dilaksanakan dengan pesawat B777-300ER yang memiliki kapasitas 393 penumpang.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Otoritas Bandar Udara (OBU) Wilayah II, Aryani Satyamurni menyampaikan penerbangan kloter pertama yang dilayani Garuda Indonesia telah berjalan lancar.
Baca Juga: Sukses di Bandung, Kementerian BUMN Kembali Gelar Jelajah Kuliner Nusantara di Medan
Hal ini yang turut ditunjang oleh berbagai kesiapan operasional serta sejumlah rangkaian pemeriksaan oleh para inspektur dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan.
"Para Inspektur yang bertugas memastikan kelaikan pesawat udara dengan melakukan pemeriksaan meliputi aspek kelaikan pesawat udara,"
"Kelengkapan dokumen pesawat udara, dan memeriksa lisensi serta memastikan kondisi kesehatan pilot dan crew (awak kabin) yang bertugas dalam kondisi prima,” ujar Aryani.
Artikel Terkait
Garuda Indonesia Catat Pertumbuhan Pendapatan Usaha hingga 18,07 Persen di Sepanjang Kuartal I 2024
Jelang Musim Haji 2024, Garuda Indonesia Optimalkan Kesiapan Operasional dan Safety Penerbangan
Hari Pertama Pemberangkatan Haji 1445 H, Garuda Indonesia Terbangkan 4.232 Calon Jamaah Haji ke Tanah Suci
Jadi Official Airlines World Water Forum, Garuda Indonesia Hadirkan Added Value Bagi Delegasi dari 141 Negara
Dukung Perkembangan Olahraga Nasional, Garuda Indonesia Resmi Jadi Official AirlineĀ KONI