Kabar BUMN - PT Pertamina (Persero) meluncurkan Kerangka Keuangan Berkelanjutan (Sustainable Finance Framework) untuk pertama kalinya.
Langkah ini bertujuan untuk mengintegrasikan upaya keberlanjutan perusahaan dengan strategi pendanaannya, sehingga memungkinkan Pertamina serta Subholding dan Anak Perusahaannya mengakses pendanaan untuk proyek hijau (green project) dan proyek transisi energi.
Sejalan dengan strategi transisi energi Pertamina yang semakin luas, Sustainable Finance Framework ini menjadi pedoman bagi Pertamina dalam melakukan pendanaan berkelanjutan ke depannya, termasuk namun tidak terbatas pada pinjaman perbankan dan obligasi.
Baca Juga: Sehat dan Aman Dikonsumsi, Sebanyak 9.390 Hewan Kurban Disalurkan BSI pada Momen Idul Adha 2024
“Langkah strategis untuk menyusun Sustainable Finance Framework sejalan dengan upaya memberikan komitmen yang lebih luas untuk menciptakan nilai jangka panjang dan keberlanjutan bagi para pemangku kepentingan serta memberikan dampak positif," kata Direktur Keuangan Pertamina, Emma Sri Martini.
"Sustainable Finance Framework ini juga memperkuat komitmen Pertamina dalam mencapai target penurunan emisi sebesar 32% dari skenario business as usual (BAU) pada tahun 2030.
"Dan mendukung upaya Pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060 atau bahkan lebih cepat, sekaligus memastikan ketahanan energi nasional,” tambahnya.
ISS-Corporate, sebagai lembaga penyedia opini independen, telah merilis Second Party Opinion (SPO) yang memvalidasi konsistensi Sustainable Finance Framework dengan strategi keberlanjutan Pertamina.
Serta kesesuaian Sustainable Finance Framework tersebut dengan standar pendanaan keberlanjutan internasional yakni Green Bond Principles ("GBP") yang diterbitkan oleh International Capital Market Association (ICMA) dan Green Loan Principles ("GLP") yang diterbitkan oleh Loan Market Association (LMA).
Melalui Sustainable Finance Framework ini, Pertamina dan/atau Subholding/Anak Perusahaan dapat menerbitkan instrumen pendanaan hijau atau transisi untuk membiayai atau refinance proyek-proyek hijau atau transisi yang memenuhi syarat dalam sembilan kategori.
Baca Juga: Peringati Idul Adha 1445 H, PT Bukit Asam Salurkan 261 Hewan Kurban
Yakni (i) energi terbarukan, (ii) hidrogen hijau, (iii) jaringan transmisi dan distribusi untuk gas-gas terbarukan dan rendah karbon, (iv) bangunan hijau, (v) transportasi bersih.
(vi) bahan bakar rendah karbon, (vii) pengelolaan sumber daya alam hidup yang berkelanjutan dan penggunaan lahan, (viii) penurunan emisi, dan (ix) transisi di sektor perkapalan.
Artikel Terkait
Idul Adha 1445 H, Pertamina Drilling Salurkan Hewan Kurban ke Seluruh Project Area
Berbagi di Hari Raya Iduladha, Pertamina Salurkan 4.493 Hewan Kurban
Pertamina Patra Niaga Salurkan 1.193 Hewan Qurban di Momen Idul Adha 2024, Menyasar Masyarakat dan Yayasan Panti Asuhan
Tiba di Laut Jawa, Jackup RIG "Emerald Driller" Pertamina Drilling Siap Beroperasi
Daftar 15 BUMN dengan Laba Terbesar Sepanjang 2023, Pertamina Tembus 72 Triliun