Komisi VI DPR RI Sebut Pembentukan PalmCo Perkuat Ekosistem Sawit Nasional

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 21 Juni 2024 | 15:00 WIB
Komisi VI DPR RI menilai pembentukan PalmCo memperkuat pengembangan ekosistem perkebunan kelapa sawit di Indonesia. (Dok. Perkebunan Indonesia)
Komisi VI DPR RI menilai pembentukan PalmCo memperkuat pengembangan ekosistem perkebunan kelapa sawit di Indonesia. (Dok. Perkebunan Indonesia)

Baca Juga: Rayakan HUT ke-78, BNI Ajak Masyarakat Wujudkan Kepedulian Kepada Lingkungan Melalui Program Empathy Drop Box

“PTPN IV PalmCo ini merupakan penggabungan dari PTPN V Riau, PTPN VI Jambi-Sumbar, dan PTPN XIII Kalimantan serta spin off sebagian PTPN III (Persero) ke dalam PTPN IV sebagai entitas bertahan," ujarnya.

"Pemegang Saham berkeinginan bahwa aksi korporasi yang juga menjadi proyek strategis nasional ini mampu menjadi solusi dalam penguatan ketahanan pangan dan energi nasional serta juga mengakselerasi target peremajaan sawit pemerintah,” sebut Arifin.

Untuk itu menurut pria berkacamata ini, PalmCo yang berfokus kepada sawit tersebut saat ini sedang menjalankan beragam inisiatif seraya mendudukkan pondasi yang mengusung keberlanjutan dan pertumbuhan optimal.

“Kita yakin dengan dukungan dari Legislatif maka upaya-upaya untuk food and energy security dapat diwujudkan,” sebutnya.

Baca Juga: Pengundian Undi-Undi Hepi Telkomsel Masih Berlangsung, Kesempatan Menang Mobil Suzuki XL 7 Zeta Masih Terbuka Lebar

Hal senada disampaikan Sonny T Danaparamita anggota Komisi VI dari Fraksi PDIP yang berharap agar PTPN dapat memperkuat perannya sebagai mesin penggerak ekonomi Indonesia serta memperkuat ketahanan pangan di masa mendatang.

Dirinya juga meminta agar PTPN IV PalmCo memperkuat hilirisasi sehingga target penguatan penguatan ketahanan pangan dan energi nasional dapat diwujudkan.

"Kita minta dapat disampaikan apa program hilirisasinya dan pada tahun berapa itu ditargetkan," pesan Sonny.

Baca Juga: 6 Kuliner Khas Bantul, Yakin Deh 1 Atau 2 Kuliner Ini Belum Pernah Anda Ketahui Sebelumnya

Asisten Deputi Bidang Industri Perkebunan dan Kehutanan Kementerian BUMN Faturohman menjelaskan sebagai perusahaan kelapa sawit terluas di dunia, PalmCo mampu berprestasi di tengah ketidapastian situasi global.

Hal ini ditunjukkan dengan membukukan penjualan hingga Rp30,8 triliun serta meraih laba bersih sebesar Rp3,6 triliun secara konsolidasi sepanjang 2023 lalu.

Namun begitu, ia meyakini terdapat beragam potensi yang bisa dimaksimalkan di masa mendatang, terutama dalam mencapai tujuan pembentukannya.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa memaparkan bahwa terdapat tiga tantangan pasca merger enam bulan lalu. Tantangan pertama adalah post merger integration atau konsolidasi pasca merger.

Baca Juga: Pecinta Voli Pontianak Antusias Saksikan Proliga 2024, Tiket di PLN Mobile Ludes Terjual

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini