Keahliannya itu terus ditekuni dengan membuat usaha kecil-kecilan hingga mampu membiayai studinya di salah satu perguruan tinggi di Sumatra Barat hingga selesai pada 2010.
Dona pun akhirnya memantapkan niatnya mendirikan Dolas Songket dengan modal awal Rp10 juta dan dibantu seorang kerabat pada 2014.
”Sekarang saya memiliki teamwork profesional sebanyak 29 orang yang telah memiliki kemampuan menenun sejak usia remaja. Produk yang ditawarkan juga bermacam-macam, dari kain, sarung, kemeja pria dan gaun wanita, dengan harga bervariasi mulai dari Rp400 ribu-Rp3,5 juta.
"Untuk pembelian dapat dilakukan di galeri Dolas Songket atau melalui media sosial dan marketplace. Alhamdulillah, per bulannya rata-rata ada 120 item terjual dengan peningkatan omzet sebesar 65% dibandingkan awal usaha,” ungkap Dona.
Baca Juga: PT MUM Kembali Buka Loker Posisi Driver, Kali Ini Penempatan di Jambi
Pencapaian ini tidak lantas membuatnya lupa akan impiannya untuk membuat desanya sebagai destinasi wisata kampung songket.
”Di desa saya ada sekitar 15 penenun lainnya dan kami intens berkomunikasi. Saya ingin songket silungkang dikenal lebih luas lagi hingga mancanegara.
"Dalam pikiran saya, wisatawan yang berkunjung ke desa kami nantinya tidak hanya membeli songket tetapi juga bisa mencoba menenun songket. Menurut saya itu akan memberikan kesan mendalam,” jelas Dona.
Baca Juga: Modal Bahan-bahan Dapur, Wajan Anti Lengket yang Gosong Bisa Disulap Jadi Kinclong Seperti Baru Lagi
Pucuk dicinta ulam pun tiba. Impiannya tersebut mendapat dukungan dari PT Semen Padang, perusahaan semen tertua di Indonesia kebanggaan masyarakat minang dan Bangsa Indonesia.
Sejak menjalin komunikasi dengan PT Semen Padang pada akhir 2023, sejumlah bantuan telah diberikan oleh PT Semen Padang untuk mendukung pengembangan Dolas Songket, seperti pelatihan membuat desain songket berbasis digital Pada Maret 2024.
”Pelatihan yang diadakan PT Semen Padang sangat membantu dan membuat waktu pembuatan desain menjadi sangat cepat, dari yang awalnya butuh 7 hari dengan cara manual menjadi hanya 3 jam saja.
Baca Juga: Berkat Program Desa Berdaya PLN, Pelaku Usaha Mikro Kecil di Martapura Mampu Perluas Usaha
"Selain itu, kami juga mendapat bantuan komputer dan mesin printing. Terima kasih banyak PT Semen Padang dan SIG. Semoga terus maju dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Dona.
Artikel Terkait
SIG dan Astra Sinergi Tingkatkan TKDN Suku Cadang Berbasis Pembinaan UKM, Kementerian BUMN Beri ApresiasiĀ
SIG dan Bina Karya Bersinergi Sediakan Green Cement untuk Pembangunan IKN Menuju Kota Berkelanjutan
Pastikan IKN Berkelanjutan, Pemerintah Akan Pasok Green Cement dari SIG
Bangun Ekosistem Berbasis Sinergi, SIG Ciptakan Peluang Pertumbuhan dan Perluasan Bisnis
SIG Bagikan Hewan Kurban di 23 Provinsi, Salah Satu Penerima: Alhamdulillah Tahun Ini Dapat Bantuan 10 Ekor Sapi Kurban..