SIG Tawarkan Solusi Bahan Bangunan Rendah Karbon untuk Konstruksi yang Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Selasa, 9 Juli 2024 | 16:30 WIB
Direktur Operasi SIG Reni Wulandari (kedua kanan) saat memberikan paparan pada sesi talk show dalam acara Green Economy Expo 2024 yang digelar Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta Convention Center. (DOK.SIG atau PT Semen Indonesia (Persero) Tbk)
Direktur Operasi SIG Reni Wulandari (kedua kanan) saat memberikan paparan pada sesi talk show dalam acara Green Economy Expo 2024 yang digelar Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta Convention Center. (DOK.SIG atau PT Semen Indonesia (Persero) Tbk)

Kabar BUMN – Meningkatnya kebutuhan manusia akan perumahan dan gedung penunjang kehidupan modern berimbas pada tingginya kontribusi sektor konstruksi, yang mencapai 10,49% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional tahun 2023.

Untuk itu, SIG atau PT Semen Indonesia (Persero) Tbk terus berinovasi dengan menyediakan produk bahan bangunan rendah karbon dan solusi berkelanjutan, yang dihasilkan dari inovasi dan proses produksi yang ramah lingkungan.

Invoasi yang dilakukan SIG sejalan dengan upaya Pemerintah menciptakan ekonomi berkelanjutan dan mengurangi laju perubahan iklim.

Baca Juga: Perkokoh Empat Tahun Transformasi Organisasi, Pertamina Gelar AKHLAK Fest 2024

Pada sesi talk show Green Economy Expo 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta Convention Center pada Kamis (4/7/2024), Direktur Operasi SIG Reni Wulandari mengatakan, SIG sebagai perusahaan penyedia solusi bahan bangunan terdepan di Indonesia senantiasa meningkatkan kapabilitasnya dengan terus berinovasi menciptakan solusi bahan bangunan ramah lingkungan.

Ia menambahkan, solusi tersebut dihadirkan guna mendukung pembangunan rendah karbon dan mendukung Pemerintah mencapai target Net Zero Emission pada 2050.

Peningkatan kapabilitas ini tertuang dalam Peta Jalan Keberlanjutan (Sustainability Roadmap) 2030 SIG.

Baca Juga: 4 Pantai yang Belum Ramai Pengunjung di Kawasan Ujung Genteng, Sukabumi

Salah satu penerapan prinsip ekonomi sirkular yang dilakukan SIG dalam kegiatan produksi, adalah melalui penggunaan bahan bakar alternatif dari limbah industri, biomassa, dan sampah perkotaan yang diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF).

SIG memulihkan keberadaan energi atau mineral pada limbah yang sebelumnya tidak termanfaatkan, menjadi alternatif pengganti atas sumber daya alam yang dipakai dalam produksi semen dengan tetap memenuhi standar untuk menjaga kualitas produk dan kepatuhan lingkungan.

Selain pemanfaatan bahan bakar alternatif, proses produksi di pabrik-pabrik SIG ditunjang dengan implementasi plant digitalization melalui pemanfaatan machine learning, big data dan artificial intelligence untuk optimasi kegiatan produksi untuk mencapai efisiensi penggunaan energi dan peningkatan produktivitas.

Baca Juga: Telkomsat dan PMI Kota Bogor Gelar Donor Darah, Kumpulkan Lebih dari 60 Kantong Darah

SIG juga melakukan riset dan pengembangan untuk menghasilkan produk dengan emisi lebih rendah tetapi memiliki kualitas yang setara di kelas peruntukannya yang disebut dengan green cement.

Untuk mendorong percepatan capaian penurunan emisi karbon, SIG juga mengembangkan energi terbarukan melalui penggunaan panel surya pada unit-unit operasionalnya, serta optimasi gas panas buang dari proses produksi semen (Waste Heat Recovery Power Generation).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini