Bio Farma Usulkan PMN Rp 2,21 Triliun untuk Bangun Fasilitas Baru Berstandar WHO

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Sabtu, 13 Juli 2024 | 06:30 WIB
Bio Farma usulkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 2,21 triliun untuk bangun fasilitas baru yang berstandar WHO. (Dok. Bio Farma)
Bio Farma usulkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 2,21 triliun untuk bangun fasilitas baru yang berstandar WHO. (Dok. Bio Farma)

“Kami memastikan penggunaan dana PMN sesuai dengan peruntukannya dan bukan untuk program restrukturisasi dan penyehatan anak perusahaan."

"Bio Farma telah memiliki pengalaman dan dipercaya dalam mengelola berbagai grant dan funding dari lembaga internasional seperti CEPI, WHO dan BMGF dengan menerapkan prinsip kehati-hatian sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG)” papar Shadiq.

“Selain itu, untuk diketahui bahwa Bio Farma merupakan satu-satunya Perusahaan di dunia yang dipercaya untuk memproduksi stockpile vaksin polio yang direkomendasikan organisasi kesehatan dunia (WHO)."

Baca Juga: Menghadapi Hari Pertama Kerja, Hal-hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Berangkat

"Untuk digunakan sebagai outbreak response kaitannya dengan program eradikasi penyakit Polio di dunia” tambah Shadiq, Jum’at (12/7).

Lebih lanjut Bio Farma sebagai Global Life Science Industry memerlukan dukungan PMN dalam meningkatkan fasilitas produksi guna mendukung percepatan ketahanan kesehatan nasional maupun global.

Termasuk dalam kesiapsiagaan menghadapi pandemi dan program eradikasi penyakit-penyakit di di dunia.

Baca Juga: Pertamina Raih Penghargaan BUMN dengan Belanja B2B Terbaik untuk UMKM pada Tahun 2023

“Sesuai dengan komitmen untuk menghadirkan produk bermutu, Bio Farma saat ini tengah melakukan peremajaan fasilitas produksi yang sudah berumur di atas 20 tahun agar tetap memenuhi regulasi terbaru sesuai standar internasional."

"Kami secara bertahap terus melakukan investasi untuk mengantisipasi perubahan regulasi tersebut."

"Serta meningkatkan kapasitas produksi terutama untuk produk-produk baru guna mendukung program imunisasi nasional maupun global," kata Iin Susanti, Direktur Produksi dan Supply Chain Bio Farma.

Baca Juga: 5 Kuil Atau Wat yang Paling Sering Menjadi Tujuan Wisata Banyak Turis di Bangkok, Thailand

”Peruntukan dana PMN ini lebih kepada pembangunan sarana produksi berupa bangunan, peralatan dan mesin senilai Rp 2,21 triliun yang akan digunakan untuk memproduksi beberapa jenis produk vaksin dengan output 1 miliar dosis, yang terdiri dari 800 juta dosis bahan aktif (Drug Substances) dan 300 juta dosis produk jadi (Drug Product),” urainya.

Untuk diketahui, Bio Farma telah mengekspor produknya ke lebih dari 150 negara di dunia.

Dukungan PMN merupakan instrumen bagi Bio Farma untuk terus meningkatkan daya saing dan memperluas pasar ekspor vaksinnya ke seluruh dunia serta dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. (*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini