“Dalam kegiatan kami beroperasi sehari-hari, biasanya Hydrocarbon yang jadi fokus kami, walau sebenarnya ada CO2 gasnya. Jadi, gas CO2 bukan hal baru buat kami di dunia migas, hanya saja gas CO2 ini bukan sebagai main actor, lebih ke peran pembantu.
Baca Juga: Drift Like a Pro di Sirkuit Lanakila Lake, Balapan Seru Main Gokart Tak Sampai Rp50 Ribu
"Nah sekarang CO2 yang menjadi peran utamanya dalam CCS/CCUS ini, yang akan menjadi new model bisnis ke depannya,” jelas Suryani.
Karena itu, besar harapannya dalam workshop ini, para peserta dari Pertamina mendapatkan bekal kompetensi yang lebih mendalam untuk menjalankan proyek CCS/CCUS di Pertamina dengan aman serta dengan mempertimbangkan aspek teknis terbaik dan juga terjangkau dari sisi komersial.
“Dengan memiliki kompetensi terkait, Pertamina Grup lebih siap dalam menghadapi tantangan ke depan terkait implementasi CCS/CCUS yang aman," ungkapnya.
Ditempat yang sama, Agus Susanto selaku Marketing & Commercial Manager PDC menjelaskan, CCS/ CCUS adalah teknologi baru yang sedang dikembangkan di beberapa negara termasuk Indonesia.
CCS/ CCUS ini merupakan teknologi baru yang sedang dikembangkan di Pertamina Group.
Pemerintah Indonesia bersepakat dengan negara-negara lain di dunia melalui Persetujuan Paris atas Konvensi Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perubahan Iklim (Paris Agreement to the United Nations Framework Convention on Climate Change) menuju arah pembangunan rendah emisi gas rumah kaca dan berketahanan iklim pada tahun 2050.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Bawa Transisi Energi “Hijau” di GIIAS 2024
“Untuk teknis pelaksanaanya, oleh Kementrian ESDM ditetapkan peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Penangkapan dan Penyimpanan Karbon, serta Penangkapan, Pemanfaatan dan Penyimpanan Karbon pada Kegiatan Usaha Hulu Migas,” jelasnya.
Agus juga menambahkan, “Peraturan Menteri ini menjabarkan berbagai upaya Pemerintah untuk mewujudkan sektor migas rendah emisi dan mendorong peningkatan produksi migas."
Upaya yang dilakukan oleh PHE, lanjut dia, yaitu dengan melaksanakan uji coba pada Tahun 2023 di sumur Jatibarang, dengan menginjeksikan +/- 511 Ton CO2 ke dalam sumur tersebut.***
Artikel Terkait
PDC Gelar Penutupan dan Wisuda Program Pelatihan dan Pemagangan Housekeeping - FnB Angkatan Pertama
Perkuat Jajaran Direksi PDC, Fitra Adriza Dikukuhkan Sebagai Direktur Keuangan PT Patra Drilling Contractor
Tiga Tahun Berturut-turut PDC Konsisten Raih Bintang 4 di Ajang WISCA 2024
Dirut PDC Lakukan Management Walk Through ke Mike-Mike Flow-Station PHE
PDC Berikan Trauma Healing kepada Anak-anak Korban Banjir Bandang dan Lahar Dingin