Pemerintah Indonesia melalui Kementerian BUMN terus berkomitmen mengadopsi best practices yang direkomendasikan oleh OECD.
Baca Juga: Erick Thohir Resmikan Kolaborasi PT Pos dan TikTok, Ungkap Potensi RI di Ekonomi Digital
Langkah untuk meningkatkan tata kelola BUMN ini diambil guna memastikan persaingan yang sehat antara BUMN dan perusahaan swasta.
Dalam hal pengadaan barang dan jasa pemerintah, BUMN tidak lagi diberikan perlakuan istimewa.
Langkah ini memastikan bahwa semua perusahaan, baik BUMN maupun swasta, memiliki kesempatan yang sama dalam proses pengadaan, sehingga menciptakan iklim persaingan yang lebih sehat dan adil.
Baca Juga: Erick Thohir: Jangan Jadikan Indonesia Market Saja, Kita Sudah Ekonomi Besar
Selain itu, keterlibatan pemerintah dalam operasi bisnis komersial BUMN sudah berkurang secara signifikan dibandingkan sebelumnya.
Hal ini menunjukan upaya pemerintah dalam memberikan lebih banyak kebebasan dan fleksibilitas kepada BUMN dalam mengelola operasional mereka.
Saat ini, Indonesia dalam proses akan menjadi anggota penuh OECD.
Baca Juga: Relaunching Yayasan BUMN, Erick Thohir: Transformasi Menuju Program Adaptif, Efektif dan Efisien
Tujuan Indonesia menjadi anggota penuh OECD adalah memperkuat daya saing secara global termasuk BUMN.
Pencapaian ini tentu menjadi titik terang bahwa Indonesia semakin dekat dengan target menjadi anggota penuh OECD.***
Artikel Terkait
Erick Thohir Resmikan Kolaborasi PT Pos dan TikTok, Ungkap Potensi RI di Ekonomi Digital
Erick Thohir Tegaskan PMN Kini Didanai dari Dividen BUMN, Bukan Utang Luar Negeri
Apresiasi Gebrakan Erick Thohir, Fraksi Gerindra Setujui PMN 2025 Sebesar Rp44 Triliun
Pertamina Akhlak Festival 2024, Erick Thohir Tegaskan Pertamina Agar Mampu Terus Bertransformasi dan Berinovasi
Erick Thohir Terus Perluas Pasar UMKM dengan Menambah Vending Machine Kelolaan Perum Perhutani