Dari Program Eco Mechanized Mining ini, perusahaan dapat menghemat menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis diesel serta mereduksi emisi.
Baca Juga: Lima Tahun Transformasi BUMN, Bukit Asam Wujudkan Energi Berkelanjutan untuk Indonesia
Selain itu, ada Program E-Mining Reporting System, yaitu sistem pelaporan produksi secara real time dan daring sehingga mampu meminimalkan pemantauan konvensional yang menggunakan bahan bakar.
Berkat upaya-upaya efisiensi ini, Biaya Tunai (Cash Cost) PTBA pada Triwulan I 2024 turun sebesar 10 persen menjadi Rp 867 ribu per ton.
Untuk pembanding, Biaya Tunai pada Triwulan I 2023 sebesar Rp 965 ribu per ton.
"Perusahaan fokus dalam menjalankan praktik penambangan berkelanjutan, sesuai dengan visi perusahaan yaitu perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan."
"Kami optimistis dapat menjaga kinerja baik dan sejalan dengan target hingga akhir tahun 2024," tutup Niko.***
Artikel Terkait
Bukit Asam (PTBA) Raih Penghargaan Bina Mitra UMKM Award 2024, Membanggakan!
Pertama di Dunia, PT Bukit Asam Bersama BRIN Luncurkan Proyek Percontohan Konversi Batu Bara Menjadi Artificial Graphite dan Anode Sheet
Bukit Asam (PTBA) dan UMKM Binaan Peroleh Penghargaan dari Kadin Sumsel Expo 2024
Bukit Asam dan BRIN Mulai Kembangkan Batu Bara untuk Bahan Baku Baterai Li-ion
Bukit Asam (PTBA) Gelar Pelatihan Budidaya Maggot BSF, Membuka Peluang Usaha Baru