Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina A. Salyadi Saputra mengatakan teknologi CCS sangat penting untuk mengurangi emisi di tengah tantangan Indonesia sebagai penghasil gas rumah kaca.
Baca Juga: Bersama untuk Kupang, Pertamina dan TNI AD Salurkan Bantuan ke Desa Manusak
“Pertamina percaya bahwa melalui teknologi CCS, Indonesia dapat mencapai target NZE pada 2060 dan menjadi pemimpin dalam transisi energi di kawasan Asia,” ujar Salyadi.
Pertamina, imbuh Salyadi, telah menyiapkan roadmap pengembangan CCS dalam tiga tahap.
Tahap pertama yang akan dijalankan hingga 2030, Pertamina akan membangun kemampuan domestik melalui studi teknis dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan.
Baca Juga: Lowongan Magang di PT Pertamina Bina Medika IHC Posisi Staf Pelayanan AP Keuangan
Tahap Kedua atau Jangka Menengah (2030-2040), Pertamina akan meningkatkan kapasitas dan mengembangkan klaster CCS untuk mendekarbonisasi operasi domestik dan lintas batas.
Tahap Ketiga atau Jangka Panjang (2040-2060), Pertamina akan menjadi pemimpin regional yang matang dalam CCS, dengan mengintegrasikan hub CCS dan memperluas infrastruktur transportasi CO2.
"Kita harus menyeimbangkan peningkatan akses terhadap energi yang terjangkau dan melimpah dengan pengurangan dampak lingkungan. Ini adalah tantangan yang harus kita hadapi bersama," imbuh Salyadi.
Baca Juga: Indonesia Panen Piala ARRC 2024 di Pertamina Mandalika International Circuit
Saat ini, lanjut Salyadi, Pertamina tengah mengembangkan 11 proyek CCS dengan target kapasitas penyimpanan CO2 sebesar 7,3 gigaton dan tingkat injeksi sekitar 7 juta ton CO2 per tahun pada tahun 2030.
Beberapa proyek ini mencakup kolaborasi dengan ExxonMobil di Cekungan Asri dan pengembangan hub CCS di Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah.
“Dengan dukungan dari semua pihak, Pertamina siap mengambil peran strategis dalam perjalanan menuju masa depan energi yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tandas Salyadi.
Vice Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menambahkan, CCS/CCUS merupakan salah satu program Pertamina dalam penurunan emisi, sehingga memicu Pertamina untuk terus mengembangkan teknologi tepat di industri hulu migas.
Artikel Terkait
Lowongan Magang di PT Pertamina Bina Medika IHC Posisi Staf Pelayanan AP Keuangan
Bersama untuk Kupang, Pertamina dan TNI AD Salurkan Bantuan ke Desa Manusak
Pertamina Hulu Energi Raih Anugerah Detikcom Sebagai Perusahaan Ekonomi Hijau
Anugerah Jurnalistik Pertamina 2024: Pertamina Siap Jaring Karya Jurnalistik Terbaik dari Media Indonesia
Susunan Pengurus PT Pertamina Geothermal Energi Terbaru, RUPSLB Angkat Gigih Udi Atmo Jadi Komisaris Gantikan Harris