IICCS Forum 2024: PLN Siap Terapkan Carbon Capture Storage untuk Dorong Dekarbonisasi Sektor Kelistrikan

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Sabtu, 3 Agustus 2024 | 17:30 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (kanan) mengunjungi booth PLN pada acara IICCS Forum 2024. (DOK.PLN)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (kanan) mengunjungi booth PLN pada acara IICCS Forum 2024. (DOK.PLN)

Kabar BUMN - PT PLN (Persero) siap mengimplementasikan teknologi Carbon Capture Storage (CCS) sebagai salah satu pilar penting dekarbonisasi di sektor ketenagalistrikan.

Upaya ini dilakukan dalam rangka mendukung pemerintah mencapai target Net Zero Emissions (NZE) di tahun 2060 atau lebih cepat.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, terbitnya Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Penangkapan dan Penyimpanan Karbon telah menunjukkan komitmen dan keseriusan pemerintah untuk menerapkan teknologi CCS sebagai bagian dari inisiatif dekarbonisasi.

Baca Juga: Tiket Presale 2 Festival 1001 Lampion Terbang Jogja Sudah Bisa Dibeli, Kuotanya Terbatas!

"Pemerintah Indonesia ingin bergerak cepat dalam penerapan teknologi Carbon Capture Storage ini," ujar Luhut pada acara International & Indonesia CCS (IICCS) Forum 2024, di Jakarta Conventional Center (JCC), Rabu (31/07).

"Kami sadar pentingnya kematangan untuk teknologi CCS, jadi kami akan terus melakukan banyak hal untuk mencapai target tersebut," tambahnya.

Implementasi ini, kata Luhut, tidak saja penting dalam upaya mereduksi emisi karbon secara masif, lebih dari itu dirinya ingin Indonesia menjadi pelopor CCS sehingga mampu menciptakan ekonomi sirkular lewat penciptaan lapangan kerja baru.

Baca Juga: ID FOOD Terapkan Smart Farming untuk Tingkatkan Produktivitas Pangan Nasional

”Inisiatif CCS didorong oleh Indonesia dan negara-negara tetangga untuk mengurangi emisi dan melindungi bumi.

"Lebih dari itu, Indonesia ingin menjadi pelopor CCS cross-border, mengubah investasi menjadi pendapatan, pekerjaan, dan inovasi, serta menciptakan kemakmuran dan keberlanjutan,” tutur Luhut.

Selanjutnya, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Strategi Percepatan Penerapan Energi Transisi dan Pengembangan Infrastruktur Energi, Ego Syahrial mewakili Menteri ESDM menuturkan bahwa pemerintah telah merancang peta jalan transisi energi menuju NZE.

Baca Juga: Malam Mingguan di Malang, Berikut Rekomendasi Tempat-tempat Paling Asyik untuk Nongkrong Bareng Kawan

Dalam proses ini, kata dia, teknologi seperti CCS berperan penting dalam mereduksi ketergantungan akan bahan bakar fosil dan menggantikannya dengan EBT.

"Teknologi inovatif rendah emisi karbon seperti CCS dan CCUS dapat diterapkan dalam kondisi tertentu untuk membantu pembangkit listrik berbahan bakar fosil mempercepat pengurangan emisi dalam proses mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan hijau," jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini