The 2nd Pertamina Energy Dialog 2024: Biofuel untuk Masa Depan

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Selasa, 6 Agustus 2024 | 11:30 WIB
Pertamina Energy Institute dan Universitas Pertamina menyelenggarakan The 2nd Pertamina Energy Dialog 2024, Senin (5/8). (Dok. Pertamina)
Pertamina Energy Institute dan Universitas Pertamina menyelenggarakan The 2nd Pertamina Energy Dialog 2024, Senin (5/8). (Dok. Pertamina)

Uji coba untuk sektor otomotif telah berhasil dilakukan, dan saat ini sedang berlangsung uji coba untuk non otomotif seperti di sektor Kereta Api (KAI), Alat Berat di sektor pertambangan, Pembangkit Listrik, dan alat mesin pertanian.

Baca Juga: Patra Jasa Tawarkan Home Ownership Program untuk Perwira Pertamina Group

Jika uji coba B40 diperkirakan selesai akhir tahun 2024 dan berjalan dengan lancar maka ada kemungkinan implementasi nya pada tahun 2025.

Prof Dr. Eng. Ir. Iman Kartolaksono dari Institut Teknologi Bandung dan juga pengajar Universitas Pertamina menyampaikan proses perjalanan riset biofuel skala laboratorium sampai akhirnya implementasi B30 di tahun 2020.

B30 merupakan campuran 30% biodiesel dengan 70% bahan bakar solar.

Baca Juga: Peringati HUT ke-17, Pertamina Hulu Energi Adakan Puncak KolaborArts Upstream Run 2024

Termasuk perkembangan pengembangan SAF atau Biovatur.

Yohanes Handoko Aryanto dari Pertamina Energy Institute menyampaikan kajian mengenai peran biofuel dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan mendekarbonisasi sektor transportasi, serta bagaimana transisi energi memerlukan peta jalan inovasi untuk meningkatkan keekonomian dan mendorong terobosan teknologi.

Sebagai agenda penutup, Widhyawan Prawiraatmadja, Ph.D, Advisory Board Pertamina Energy Institute, menegaskan bahwa Target Net Zero Emission (NZE) merupakan langkah positif menuju masa depan yang berkelanjutan.

Baca Juga: Loker Besar-besaran PT Pertamina! 70 Lowongan Kerja Dibuka untuk Agustus 2024

Namun, pengambil kebijakan perlu mempertimbangkan berbagai tantangan dalam realisasi pengembangan potensi Energi Terbarukan.

Tantangan ini meliputi kemampuan menyeimbangkan antara kebijakan makro, regulasi dan perspektif pelaku bisnis dalam upaya untuk memaksimalkan profit, kesulitan dalam pendanaan, serta perlunya insentif yang mendukung pertumbuhan sektor energi bersih atau rendah karbon.

Sehingga cross sectoral coordination sangat diperlukan untuk mencapai target NZE dan memastikan pertumbuhan ekonomi keberlanjutan.

Baca Juga: Pertamina Edukasi Keuangan Lewat Pertiwi Energizing Forum Series #3: Financial Literacy Week 2024

Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan Pertamina terus mengembangkan biofuel sebagai komitmen Perusahaan dalam transisi energi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini