"Ini inisiatif yang strategis sekali bagi PHE, karena pada intinya ini adalah salah satu inisiatif yang tidak hanya untuk mengurangi emisi CO2, tapi juga berpotensi untuk membuat bisnis baru untuk upstream yang cukup besar, karena Indonesia itu bisa berpotensi menjadi Hub untuk CO2 storage,” ujar Dannif.
Baca Juga: Ide Lomba 17 Agustus yang Seru untuk Peserta Bapak-Bapak
“Di sini saya melihat peran dari Sucofindo sangat penting, karena melakukan sertifikasi, melakukan assessment, ini proyek yang benar-benar harus bisa diterima oleh pihak internasional,” imbuh Dannif.
Senada dengan Dannif, dalam sambutannya, Direktur Layanan Industri PT SUCOFINDO, Budi Utomo, juga menyampaikan bahwa keterlibatan SUCOFINDO dalam proyek ini merupakan salah satu komitmen perusahaan sebagai sinergi sesama BUMN dalam mendukung upaya pemerintah melaksanakan program dekarbonisasi.
Ia melanjutkan, hal tersebut sesuai dengan RJPP BUMN 2025 -2034, dalam tema strategis 2034 bahwa BUMN menjadi pelopor ekonomi hijau, khususnya pada program CCS/ CCUS.
Baca Juga: BSI Hadirkan Layanan Weekend Banking di 568 Kantor Cabang Selama Agustus 2024
”Kami mensupport PHE untuk pengembangan CCS/ CCUS dalam skala nasional dan internasional melalui peranan SUCOFINDO, sebgai lembaga TIC, dan berlandaskan SNI ISO SNI ISO 27914, SNI ISO TC 27915, SNI ISO TC 27918, dan SNI ISO TC 27923, sesuai dengan skema CCS/CCUS,” ujar Budi Utomo.
MoU ini juga menunjukkan komitmen PHE dalam penurunan emisi karbon sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi melalui investasi, pembukaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan bagi negara dalam rangka mendukung sinergi Badan Usaha Milik Negara (“BUMN”).
Kedepannya kolaborasi ini dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya nasional melalui sinergitas BUMN untuk meningkatkan investasi dalam negeri.
Baca Juga: Telkomsel Luncurkan Layanan GraPARI di Ibu Kota Nusantara
Pengembangan teknologi CCS/CCUS sejalan dengan komitmen PHE untuk menerapkan Environmental, Social, & Governance (ESG) di semua lini bisnis perusahaan, untuk mendorong keberlanjutan bisnis di masa depan.
PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip ESG. PHE telah terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC) sebagai member sejak Juni 2022.
PHE berkomitmen pada Sepuluh Prinsip Universal atau Ten Principles dari UNGC dalam strategi dan operasionalnya, sebagai bagian penerapan aspek ESG.
Baca Juga: Dukung Petani Gowa, Pupuk Kaltim Gagas Program Pertanian Berkelanjutan
Mendukung aspek Governance, PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dilakukan dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan.
Artikel Terkait
PHE Jambi Merang Antarkan Penggerak Lingkungan Cilik Raih Prestasi Gemilang Sebagai Best Local Hero
Komitmen PHE Terapkan Diversity, Equity, Inclusion dan Environmental, Social, Governance Mendapatkan Apresiasi IDEAS Award 2024
Penerapan ESG dan SDGs yang Unggul, CEO PHE Diganjar Penghargaan Indonesia's Top Green Leaders 2024
Marubeni Itochu Tubulars Asia dan PHE Adakan Workshop tentang Teknologi CCS/CCUS
Sejalan dengan SDG’s, PHE NSO dan PEP Lirik Field Raih Penghargaan TJSL & CSR Award 2024