Lebih lanjut, Adjib menambahkan, selain mewujudkan ruang hijau terbuka, Hutama Karya juga melengkapi Rest Area Tol Pekanbaru - Bangkinang dengan Masjid ramah lingkungan yang memanfaatkan ventilasi alami tanpa pendingin ruangan.
Hutama Karya juga mengimplementasikan pengelolaan sampah dengan metode maggot atau lalat tentara di Rest Area KM 215 dan KM 277 Tol Terbanggi Besar – Kayu Agung.
Jalan tol Hutama Karya juga dilengkapi dengan 10 (sepuluh) underpass perlintasan hewan dan penanaman pakan sesuai dengan jenis hewan di sekitar jalan tol agar hewan sekitar tidak merasa habitatnya terganggu dan masih dapat melintas dengan bebas tanpa mengganggu lalu lintas jalan tol.
Baca Juga: Ciptakan Perputaran Ekonomi Rp10,42 triliun, BRI Kembali Jadi Sponsor Utama Liga 1 2024-2025
10 underpass tersebut terletak di Tol Pekanbaru - Dumai dan Sigli - Banda Aceh.
“Kami juga mengedepankan penerapan energi terbarukan, di jalan tol melalui pemasangan smart lamp yang lebih ramah lingkungan dibanding lampu konvensional, dengan total 3.704 buah baik di JTTS hingga di Tol ATP,” tutup Adjib Al Hakim, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.
Dengan penerapan ESG yang optimal pada aspek lingkungan ini, Hutama Karya berharap dapat benar-benar mewujudkan infrastruktur tol yang berkelanjutan.
Mulai dari persiapan, pembangunan, hingga pengoperasian untuk mewujudkan JTTS sebagai Jalan Tol Hijau dan Ramah Lingkungan di masa mendatang.***
Artikel Terkait
PMN Dukung Keberlanjutan Proyek Jalan Tol Trans Sumatera, Hutama Karya Optimis Perkuat Konektivitas dan Dorong Ekonomi di Sumatera
Mulai 30 Juli 2024, Hutama Karya Kenakan Tarif Tol Bangkinang - XIII Koto Kampar
Laba Bersih Tembus Rp396 M, Hutama Karya Catat Kinerja Positif pada Semester I 2024
Komitmen Terapkan Aspek ESG, Hutama Karya Raih Dua Penghargaan Bergengsi
Rampungkan Bagian dari Dua Proyek EPC, Hutama Karya Segera Berkontribusi pada Kegiatan Industri Semen dan Energi Nasional