KATADATA SAFE adalah forum tahunan yang digelar Katadata Indonesia sejak 2020.
Baca Juga: 5 Tempat Wisata di Pulau Bawean, Lengkap dan Beragam Jenis Wisatanya
SAFE membahas isu dan solusi untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Menurut Indira, dalam memaksimalkan bisnis eksistingnya, PT Pertamina (Persero) menjalankan beberapa strategi. Di antaranya meningkatkan kualitas kilang agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas dan nilai tinggi.
Transformasi bisnis bahan bakar minyak (BBM) ritel juga terus dilakukan.
Baca Juga: DAMRI Sokong Transportasi 627 Peserta OSN 2024 di Jakarta
Adapun terkait pengembangan produk rendah karbon, perseroan telah memproduksi biofuel seperti bioetanol, biodiesel, dan bahan bakar pesawat terbang dengan kandungan bahan bakar nabati, yaitu sustainable aviation fuel (SAF).
Selain itu, Pertamina telah mulai ujicoba penerapan teknologi carbon capture, utilization, and storage (CCUS), hingga solusi berbasis NBS atau Nature-Based Solutions.
Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menambahkan, trilema energi juga dihadapi Pertamina dengan mengoptimalkan sumber daya Pertamina Group, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra dari sektor swasta, pemerintah, termasuk akademisi.
"Dengan dukungan dari semua pihak, Pertamina dapat menavigasi tantangan industri energi ini dengan baik, dan memberi manfaat secara optimal bagi masyarakat,” jelas Fadjar.***
Artikel Terkait
Pertamina Tegaskan Kilang Plaju Siap Pasok Ketahanan Energi Nasional
Dukung Dekarbonisasi Industri, Penjualan Kredit Karbon Pertamina NRE Meningkat
Buka Peluang Usaha, Pertamina Patra Niaga Kembangkan Inovasi Bisnis NFR di SPBU
Dukung Ketahanan Energi, Pertamina Optimalisasi Operasi Kilang Minyak
Pertamina: BUMN Penyumbang Pajak Terbesar di Indonesia