”Sejalan dengan tingginya minat sektor bisnis dan industri untuk mendukung dekarbonisasi di Indonesia, kami melihat bahwa kebutuhan energi hijau PLN akan semakin besar ke depannya.
Baca Juga: PLN Sabet 2 Penghargaan ASEAN Risk Award 2024
“Dalam hal ini kami juga telah berhasil menambah dua pembangkit sebagai sumber REC.
“Sehingga saat ini kami memiliki 8 pembangkit REC dengan kapasitas produksi mencapai mencapai 4,7 juta REC atau 4,7 TWh per tahun,” jelas Darmawan.
Adapun tambahan dua pembangkit sumber REC yang ditambah PLN tahun ini ialah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu di Nusa Tenggara Timur dan Pembakit Listrik Tenaga Air (PLTA) Orya Genyem di Papua.
Baca Juga: Penghargaan Tokoh Inspiratif: Dirut PLN Diakui Sebagai Penggerak Transisi Energi
Dua pembangkit berbasis EBT di atas akan bergabung dengan 6 pembangkit lain yang selama ini telah menyuplai listrik hijau REC PLN yaitu PLTP Ulubelu, PLTA Cirata, PLTP Kamojang, PLTM Lambur, PLTA Bakaru, dan PLTP Lahendong.***
Artikel Terkait
PLN Sabet 2 Penghargaan ASEAN Risk Award 2024
PLN Peduli: 20.848 Anak Bangsa Raih Mimpi lewat Beasiswa
Wujudkan Transisi Energi, PLN dan CT Corp Jalin Kerja Sama Kembangkan Energi Hijau
PLN Raih ESG Awards Sektor Energi, Buktikan Dedikasi pada Aspek Keberlanjutan
HAPUA Audit Summit 2024: PLN Dorong Penguatan Audit Internal untuk Mempercepat Transisi Energi