Pengguna REC Naik 65 Persen, PLN Terus Tambah Suplai dari Pembangkit EBT Baru

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Sabtu, 10 Agustus 2024 | 16:45 WIB
Tampilan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong di Sulawesi Utara berkapasitas 80 megawatt (MW) yang menjadi salah satu pembangkit PLN yang berkontribusi terhadap layanan REC. (Dok. PLN)
Tampilan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong di Sulawesi Utara berkapasitas 80 megawatt (MW) yang menjadi salah satu pembangkit PLN yang berkontribusi terhadap layanan REC. (Dok. PLN)

”Sejalan dengan tingginya minat sektor bisnis dan industri untuk mendukung dekarbonisasi di Indonesia, kami melihat bahwa kebutuhan energi hijau PLN akan semakin besar ke depannya.

Baca Juga: PLN Sabet 2 Penghargaan ASEAN Risk Award 2024

“Dalam hal ini kami juga telah berhasil menambah dua pembangkit sebagai sumber REC.

“Sehingga saat ini kami memiliki 8 pembangkit REC dengan kapasitas produksi mencapai mencapai 4,7 juta REC atau 4,7 TWh per tahun,” jelas Darmawan.

Adapun tambahan dua pembangkit sumber REC yang ditambah PLN tahun ini ialah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu di Nusa Tenggara Timur dan Pembakit Listrik Tenaga Air (PLTA) Orya Genyem di Papua.

Baca Juga: Penghargaan Tokoh Inspiratif: Dirut PLN Diakui Sebagai Penggerak Transisi Energi

Dua pembangkit berbasis EBT di atas akan bergabung dengan 6 pembangkit lain yang selama ini telah menyuplai listrik hijau REC PLN yaitu PLTP Ulubelu, PLTA Cirata, PLTP Kamojang, PLTM Lambur, PLTA Bakaru, dan PLTP Lahendong.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini