"Jalur pipa ini akan mendukung suplai energi yang stabil untuk operasional kilang. Apalagi kapasitas gas yang dapat disalurkan melalui pipa ini mencapai maksimal 125 MMSCFD," jelas Arifin.
Sementara terminal Lawe-Lawe akan menjadi komponen vital dalam rantai pasokan minyak mentah, memastikan kelancaran pengiriman bahan baku ke Kilang Balikpapan.
Proyek ini mencakup pembangunan dua tangki penyimpanan minyak mentah berkapasitas masing-masing 1.000.000 barel, fasilitas penerimaan minyak mentah dari kapal tanker melalui Single Point Mooring (SPM) 320.000 DWT, serta pembangunan fasilitas pipa darat dan lepas pantai dari SPM ke Terminal Lawe-Lawe.
"Tambahan kemampuan produksi dari Kilang Balikpapan tentunya diharapkan semakin memperkuat ketahanan energi di Indonesia," kata Arifin.
Baca Juga: Lintasarta Leaders Forum: Dirut PLN Berbagi Kunci Sukses Jalankan Transformasi Bisnis
Sementara itu, Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Taufik Aditiyawarman menjelaskan tujuan dilakukannya proyek RDMP Balikpapan.
Selain meningkatkan kapasitas pengolahan menjadi 360 ribu barel per hari, tujuan lain yang hendak dicapai adalah peningkatan kualitas produk dan kompleksitas kilang.
"Kilang Balikpapan sebelumnya memiliki kapasitas pengolahan 260 ribu barrel per hari. Melalui proyek RDMP Balikpapan, kapasitas pengolahannya meningkat 100 ribu barrel per hari. Unit CDU IV yang telah dilakukan revamp saat ini telah beroperasi normal dan telah memproduksi BBM," jelas Taufik.
Baca Juga: PTBA Kembangkan Inovasi Lahan Basah Buatan untuk Pemulihan Lingkungan
"Teknologi yang dikembangkan di Kilang Balikpapan kini mampu memproduksi BBM dengan kualitas setara Euro 5 dari yang sebelumnya hanya setara Euro 2," jelas Taufik.
Terkait dengan kompleksitas kilang, Taufik menyampaikan bahwa indikator yang dipakai di industri pengolahan migas dikenal dengan nama Nelson Complexity Index (NCI).
"Setelah proyek RDMP selesai seluruhnya di tahun 2025, NCI Kilang Balikpapan akan meningkat jadi 8. Artinya, kilang Balikpapan akan memiliki kemampuan memproduksi berbagai varian produk," kata Taufik.
Baca Juga: Cetak Talenta Unggul, BSI Rekrut 151 Anak Muda Berprestasi Melalui ODP
Selain menjadi proyek dengan investasi terbesar yang dimiliki Pertamina saat ini, Proyek RDMP Balikpapan juga menjadi salah satu bentuk sinergi Pertamina Group.
Artikel Terkait
Permata Hijau Pesisir: Upaya KPI Atasi Perubahan Iklim dan Mendukung Dekarbonisasi Indonesia
KPI Tingkatkan Kapasitas Energi Ramah Lingkungan melalui Green Refineries
Ikhtiar Cegah Karhutla, Program CSR KPI Sungai Pakning Lebah Madu Hutan Gambut Sukses Hasilkan Efek Berganda
Pertamina Berdayakan Nelayan Kepulauan Seribu, Program CID Berjalan Sukses
Pertamina Drilling Capai Produksi 1.000 BOPD, Perkuat Dukungan Target Produksi Minyak Nasional