Produk-produk kreatif ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan tambahan, tetapi juga digunakan untuk mendukung operasional posyandu setempat.
Pendapatan dari penjualan hasil olahan sampah ini telah memberikan kontribusi yang signifikan peningkatan kebutuhan gizi bagi balita di Posyandu Nusa Indah, Perumnas Parung Panjang, yang secara langsung berdampak baik dalam mengurangi angka stunting di Parung Panjang.
Ketua Posyandu Nusa Indah, Ayi Entin Kartini, menuturkan tercatat dari 2020-2024, atas adanya program ini telah memberikan kontribusi bagi penurunan stunting sebesar 83% di wilayah setempat.
Baca Juga: Strategi Penambahan Perjalanan Sukses, LRT Jabodebek Menarik Lebih Banyak Pengguna
"Keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat peran posyandu dalam memberikan layanan kesehatan yang lebih baik."
"Para wanita di Parung Panjang telah menunjukkan kepada kita semua bahwa kebaikan dan kepedulian sosial tidak mengenal batas," tambah Tambok.
Perumnas berharap kelompok bank sampah binaannya ini dapat menjadi getuk tular yang baik bagi sekitar dan komunitas lainnya yang peduli terhadap lingkungan.
Baca Juga: 5 Tempat Instagramable dan Gratis untuk Menikmati Keindahan Kota Surabaya di Malam Hari
“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mewujudkan perubahan positif melalui langkah-langkah kecil yang dimulai dari rumah,"
"Karena di setiap aktivitas yang baik, terdapat potensi besar untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik, bersih dan sehat,” tutup Tambok.***
Artikel Terkait
Info Lowongan Magang untuk Mahasiswa dan Fresh Graduated S1, Perum Perumnas Buka Posisi "Design Staff"
Ada Lagi Lowongan Magang BUMN yang Mendapat Uang Saku, Perumnas Buka Posisi Staf Branding
Ada Kesempatan Magang Sebagai Arsitek Junior di Perumnas, Simak Detail Lowongannya Berikut
Perum Perumnas Buka Lowongan Magang BUMN untuk Junior Arsitek, Daftar Sekarang!
Perumnas Launching Cluster Baru Samesta Bukit Mutiara, Rumah Milenial di Bandar Lampung