Sebelumnya, pada tahun 2020 kuota penerima berjumlah 285 mahasiswa, 2021 berjumlah 381 mahasiswa, 2022 berjumlah 420 mahasiswa, dan tahun 2023 berjumlah 465 mahasiswa.
Antusiasme terhadap beasiswa ini meningkat pesat dibanding tahun sebelumnya. Tahun lalu, jumlah pendaftar sebanyak 10.121 mahasiswa dibandingkan tahun ini 19.236 mahasiswa.
Seleksi berlangsung secara ketat dan dinilai melalui sistem perangkingan sejak dari tahapan administrasi, wawancara, focus group discussion (FGD) hingga terpilih penerima beasiswa.
Dari tahapan seleksi tersebut, tahap FGD menjadi yang berkesan bagi para peserta, di mana mereka ditantang untuk mencari solusi bersama terhadap studi kasus yang berisi permasalahan dan potensi suatu desa dengan konsep program TJSL unggulan Pertamina, Desa Energi Berdikari (DEB).
Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari mengatakan bahwa pemahaman DEB diterapkan pada tahap seleksi karena mereka akan menjadi inisiator Desa Energi Berdikari Sobat Bumi (DEB SoBI) ketika terpilih menjadi penerima.
“Ketika terpilih menjadi penerima beasiswa, mereka bersama dosen, akademisi atau praktisi perguruan tingginya diwajibkan untuk membina satu desa dan menginstalasi energi terbarukan yang dapat mendorong perekonomian masyarakat," kata Agus.
Baca Juga: DAMRI Target Tambah Bus Listrik di 2024 yang Mengusung Konsep Lebih Futuristik dan Modern
"Tahun lalu, terdapat 24 Desa Energi Berdikari Sobat Bumi (DEB SoBI) yang berhasil membawa manfaat keberlanjutan bagi masyarakat, added value bagi penerima beasiswa, dan laboratorium bagi perguruan tinggi."
"Tahun ini, mereka akan meneruskan pengembangan DEB SoBI yang sebelumnya dan harapannya bisa menciptakan yang baru, targetnya 16 desa."
"Selain DEB, kami juga akan mencoba mengenalkan mereka dengan program TJSL di bidang lingkungan lainnya, yakni Hutan Pertamina dan konservasi flora fauna endemik,” ujar Agus.
Baca Juga: Pantai-pantai di PIK yang Recomended untuk Liburan, Tidak Perlu ke Luar Kota atau ke Luar Negeri
Selain selaras dengan visi Indonesia Emas 2045, program Beasiswa Pertamina Sobat Bumi juga selaras dengan pencapaian poin sustainability development goal ke-4 pendidikan yang berkualitas dan poin ke-13 penanganan perubahan iklim.
VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso menambahkan, Beasiswa Pertamina Sobat Bumi tak hanya menjadi komitmen Pertamina dalam mendukung generasi muda dalam hal akademik, namun juga menjadikan mahasiswa terpilih ini sebagai agen keberlanjutan.
"Kami ingin generasi muda mengambil peran dalam mewujudkan masa depan yang berkelanjutan, melalui edukasi energi transisi serta aksi nyata yang bisa kita lakukan, demi masa depan bumi," jelas Fadjar.
Artikel Terkait
Pertamina Kolaborasi dengan Siemens Energy untuk Mewujudkan Transisi Energi Berkelanjutan
Komitmen Dukung Start-up, Pertamina Gelar Pertamuda: Seed & Scale Up 2024
Selamat! Atas Kinerja Transformasi BUMN, Pertamina Peringkat Pertama Perusahaan Terbesar di Fortune Indonesia 100
SCM Summit 2024, Pertamina Hulu Energi Tunjukan Kontribusinya dalam Tingkatkan Kapasitas Nasional
Inovasi Terbaru PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE): Flow2Max®️, Siap Tingkatkan Efisiensi Pembangkit Panas Bumi