"Jaringan distribusi kami akan mencakup seluruh KKKS, baik onshore maupun offshore, untuk memastikan pasokan yang efisien dan handal,” ujar Riva.
Riva juga menegaskan komitmen perusahaan terhadap Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan minimal 97% pada produk bahan bakar minyak (BBM).
Langkah ini mencerminkan dedikasi perusahaan dalam mendukung SKK Migas dan sektor hulu migas, serta memperkuat industri nasional untuk kemandirian energi Indonesia.
Baca Juga: HUT ke-79 RI, PT Timah Bagikan 480 Lembar Bendera Merah Putih ke Warga Desa Batu Belubang
“Kami yakin kerja sama ini akan memberikan efek positif bagi perekonomian nasional, memperkuat sektor hulu migas, dan mendukung transisi energi berkelanjutan,” tutup Riva.
Pada kegiatan ini, Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya penguatan rantai suplai yang efisien dan terintegrasi.
Hal ini untuk memastikan proyek strategis hulu migas berjalan sesuai jadwal dan memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi energi nasional.
Baca Juga: Ingin ke Thailand? Ini 4 Tips agar Perjalanan Wisatamu Lancar!
Senada, Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Rudi Satwiko, menambahkan bahwa nota kesepahaman ini juga mencakup berbagai aspek, termasuk optimalisasi penggunaan produk dalam negeri, kerja sama di bidang pendidikan, dan penelitian.
Salah satunya adalah MoU dengan Pertamina Patra Niaga, yang bertujuan memperkuat ekosistem rantai suplai proyek hulu migas di Indonesia.***
Artikel Terkait
Pertamina Patra Niaga Lanjutkan Program Subsidi Tepat Pertalite, Berikut Cara Dapatkan QR Code
Pertamina Patra Niaga Sesuaikan Harga BBM Non Subsidi, Pertamax Tidak Berubah
Sukses, Pertamina Patra Niaga Suplai Produk Chemical untuk Proyek Strategis Nasional Alumina Refinery
Buka Peluang Usaha, Pertamina Patra Niaga Kembangkan Inovasi Bisnis NFR di SPBU
Layanan Avtur di Juanda Makin Modern, Pertamina Patra Niaga Andalkan Pipa Bawah Tanah