Kontribusi PHE untuk Kedaulatan dan Ketahanan Energi Nasional

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Sabtu, 17 Agustus 2024 | 15:45 WIB
Kinerja cemerlang PT Pertamina Hulu Energi (PHE) hingga saat ini. (DOK.PHE)
Kinerja cemerlang PT Pertamina Hulu Energi (PHE) hingga saat ini. (DOK.PHE)

Platform LES yang terletak di lepas pantai 25 Kilometer dari Cilamaya, Kabupaten Karawang ini diperkirakan menyimpan potensi minyak mencapai 0.34 Million Stock Tank Barrels (MMSTB) dan 24.23 Billion Standard Cubic Feet (BSCF) untuk gas.

Baca Juga: HUT ke-79 RI, PT Timah Bagikan 480 Lembar Bendera Merah Putih ke Warga Desa Batu Belubang

Lapangan LES pertama kali ditemukan pada tahun 1994 melalui sumur eksplorasi LESA-1.

Platform LESA mulai produksi pada tahun 2001 dengan performa produksi hingga 3,5 MMSCFD melalui 3 (tiga) sumur aktif.

Tiga sumur eksisting akan diaktifkan kembali setelah sebelumnya dinonaktifkan pada November 2017.

Baca Juga: Ingin ke Thailand? Ini 4 Tips agar Perjalanan Wisatamu Lancar!

Kolaborasi di lingkungan Subholding Upstream Pertamina juga terus membawa semangat baru dan simbol kebangkitan nasional untuk mewujudkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi nasional melalui capaian Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) yang berhasil membawa jackup rig ‘Emerald Driller’ yang sudah tiba di laut Jawa untuk digunakan dalam proyek pengeboran offshore PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) dan PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

Sementara dari Regional Kalimantan, PT Pertamina Hulu Mahakam baru-baru ini meresmikan tiga proyek di wilayah kerja (WK) Mahakam.

Tiga proyek tersebut yakni, Proyek Bekapai Artificial Lift (Bekapai AL), Proyek Peciko 8A dan 8B.

Baca Juga: Dukung Festival Golo Koe Assumpta Nusantara di Labuan Bajo, ASDP Sediakan Lahan Parkir 2.230 Meter

Proyek Bekapai AL merupakan sebuah proyek pemasangan Gas Lift Compressor di anjungan existing Bekapai BA dengan gas-lift yang diinjeksikan ke sumur-sumur di anjungan existing Bekapai BG dan BL.

Sedangkan Proyek Peciko 8A, merupakan pilot project PHM dalam memproduksi minyak dan gas pada mode Low Low Pressure (LLP) di anjungan existing SWPG. Terakhir, Proyek Peciko 8B yang merupakan kelanjutan upaya PHM untuk menambah produksi gas dan kondensat dari Lapangan Peciko.

Tiga proyek ini akan berkontribusi untuk menambah kapasitas produksi gas sebesar 36 MMSCFD, minyak dan kondensat sebesar 16.000 BOPD. Puncak produksi yang diharapkan dari ketiga proyek tersebut untuk gas sebesar 11,9 MMSCFD, serta minyak dan kondensat sebesar 2.025 BOPD.

Baca Juga: 6 Kuliner Fukuoka, Bahan dan Cita Rasanya Berbeda dari Kuliner Kota Lain di Jepang

Dalam mendukung kebijakan transisi energi ke gas, PHE melalui anak usahanya PT Badak NGL berhasil melakukan inovasi di Kilang LNG Bontang, Kalimantan Timur melalui program LPG Production Booster System (LPBS).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini