Kembangkan Borobudur sebagai Destinasi Pariwisata Spiritual, InJourney dan Thai Airways Sepakati MoU Konektivitas Udara

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Selasa, 20 Agustus 2024 | 09:00 WIB
Penandatanganan MoU antara InJourney dan Thai Airways di Jakarta pada Senin (19/8/2024). (Dok. InJourney)
Penandatanganan MoU antara InJourney dan Thai Airways di Jakarta pada Senin (19/8/2024). (Dok. InJourney)

"Dimana dari jumlah tersebut, sebesar 10%-nya atau sekitar 140 ribu adalah kunjungan dari wisatawan mancanegara.

Baca Juga: InJourney Hospitality Turut Hadir Dalam Focus Group Discussion (FGD) Transformasi Ekonomi Kerthi Bali Menuju Bali Era Baru

"Dengan jumlah yang sangat potensial ini dan dengan dibukanya konektivitas udara antara Thailand via Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) kami targetkan terdapat kenaikan kunjungan dari wisatawan mancanegara sebesar 5 kali lipat ke depannya,” jelas Maya.

"Tentunya sebagai Holding, kami berkomitmen untuk menghadirkan sinergi anak perusahaan agar terciptanya seamless experience mulai dari aviation services, airport, hingga destination management untuk membangun Borobudur sebagai spiritual destination,” tambah Maya.

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (PT TWC) atau InJourney Destination Management (IDM) yang merupakan anak perusahaan dari InJourney dalam pengelolaan Candi Borobudur mengusung konsep empat pilar pengelolaan yakni konservasi, spiritual, edukasi, dan pariwisata.

Baca Juga: Libatkan karyawan, InJourney Bantu Anak Sekolah Tingkatkan Literasi dengan Hadirkan Pojok Literasi

Hetty Herawati, Direktur Komersial InJourney Destination Management, menjelaskan bahwa dalam aspek spiritual, Candi Borobudur dimanfaatkan untuk komunitas buddhist beribadah sekaligus masyarakat ataupun wisatawan yang ingin bermeditasi di Candi Borobudur.

“Kami menyadari bahwa Borobudur memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata pilgrim dunia karena selain Candi Borobudur memiliki nilai sejarah dan spiritual yang luar biasa, nilai-nilai serta filosofi kehidupan dalam relief dan arsitektur Candi Borobudur sangat relevan untuk umat Buddha sekaligus untuk semua wisatawan yang mencari pengalaman spiritual sekaligus budaya,” tambahnya.

Berbagai aktivitas spiritual yang telah dilaksanakan di Candi Borobudur diantaranya Festival Purnama Waisak di Borobudur, Nyingma Molam, Ulambana, Magha Puja, Pabajja Samanera Sementara, Yobbana Dhamma Samaya, dan Indonesia Tipitaka Chanting-Asalha Mahapuja.

Baca Juga: Gandeng Komisi Informasi Pusat, InJourney Tekankan Pentingnya Kolaborasi dalam Keterbukaan Informasi

Selain itu, dari tahun lalu telah rutin dilaksanakan familiarization trip kepada inbound tour operator khususnya dari Thailand dan negara Asia berbasis Buddhist.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan berbasis spiritual dan budaya serta mendorong akselerasi pertumbuhan ekosistem pariwisata di Kawasan DPSP Borobudur secara luas.

Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) merupakan gerbang udara utama wisatawan yang akan masuk ke Yogyakarta dan sekitarnya, termasuk Candi Borobudur.

Hingga April 2024, kunjungan wisatawan mancanegara dari YIA mencapai 177.516 dari 107 negara dengan porsi 57% direct dan 43% indirect.

Baca Juga: Kembangkan Ekosistem Pariwisata Indonesia, InJourney Inisiasi Kolaborasi BUMN dengan Eagle Hills UEA

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini