"Dimana dari jumlah tersebut, sebesar 10%-nya atau sekitar 140 ribu adalah kunjungan dari wisatawan mancanegara.
"Dengan jumlah yang sangat potensial ini dan dengan dibukanya konektivitas udara antara Thailand via Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) kami targetkan terdapat kenaikan kunjungan dari wisatawan mancanegara sebesar 5 kali lipat ke depannya,” jelas Maya.
"Tentunya sebagai Holding, kami berkomitmen untuk menghadirkan sinergi anak perusahaan agar terciptanya seamless experience mulai dari aviation services, airport, hingga destination management untuk membangun Borobudur sebagai spiritual destination,” tambah Maya.
PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (PT TWC) atau InJourney Destination Management (IDM) yang merupakan anak perusahaan dari InJourney dalam pengelolaan Candi Borobudur mengusung konsep empat pilar pengelolaan yakni konservasi, spiritual, edukasi, dan pariwisata.
Baca Juga: Libatkan karyawan, InJourney Bantu Anak Sekolah Tingkatkan Literasi dengan Hadirkan Pojok Literasi
Hetty Herawati, Direktur Komersial InJourney Destination Management, menjelaskan bahwa dalam aspek spiritual, Candi Borobudur dimanfaatkan untuk komunitas buddhist beribadah sekaligus masyarakat ataupun wisatawan yang ingin bermeditasi di Candi Borobudur.
“Kami menyadari bahwa Borobudur memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata pilgrim dunia karena selain Candi Borobudur memiliki nilai sejarah dan spiritual yang luar biasa, nilai-nilai serta filosofi kehidupan dalam relief dan arsitektur Candi Borobudur sangat relevan untuk umat Buddha sekaligus untuk semua wisatawan yang mencari pengalaman spiritual sekaligus budaya,” tambahnya.
Berbagai aktivitas spiritual yang telah dilaksanakan di Candi Borobudur diantaranya Festival Purnama Waisak di Borobudur, Nyingma Molam, Ulambana, Magha Puja, Pabajja Samanera Sementara, Yobbana Dhamma Samaya, dan Indonesia Tipitaka Chanting-Asalha Mahapuja.
Baca Juga: Gandeng Komisi Informasi Pusat, InJourney Tekankan Pentingnya Kolaborasi dalam Keterbukaan Informasi
Selain itu, dari tahun lalu telah rutin dilaksanakan familiarization trip kepada inbound tour operator khususnya dari Thailand dan negara Asia berbasis Buddhist.
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan berbasis spiritual dan budaya serta mendorong akselerasi pertumbuhan ekosistem pariwisata di Kawasan DPSP Borobudur secara luas.
Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) merupakan gerbang udara utama wisatawan yang akan masuk ke Yogyakarta dan sekitarnya, termasuk Candi Borobudur.
Hingga April 2024, kunjungan wisatawan mancanegara dari YIA mencapai 177.516 dari 107 negara dengan porsi 57% direct dan 43% indirect.
Baca Juga: Kembangkan Ekosistem Pariwisata Indonesia, InJourney Inisiasi Kolaborasi BUMN dengan Eagle Hills UEA
Artikel Terkait
Libatkan karyawan, InJourney Bantu Anak Sekolah Tingkatkan Literasi dengan Hadirkan "Pojok Literasi"
InJourney Hospitality Turut Hadir Dalam Focus Group Discussion (FGD) Transformasi Ekonomi Kerthi Bali Menuju Bali Era Baru
SWA Business Digest Champion Awarding, InJourney Hospitality Raih Penghargaan Indonesia Original Brand Champion 2024
ITDC dan PT Angkasa Pura I Latih SDM Lokal Lewat Program InJourney Hospitality House
Pengakuan Atas Komitmen TJSL, InJourney Hospitality Sukses Raih Penghargaan dalam Ajang TJSL & CSR Award 2024