Bio Farma dan RSPI Sulianti Saroso Teken MoU Penelitian Surveilans Meningokokus, Pantau Penularan Pada Jamaah Pasca Umrah

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Kamis, 22 Agustus 2024 | 14:45 WIB
Penandatanganan MoU antara Bio Farma dan RSPI Sulianti Saroso terkait penelitian penyakit meningitis meningokokus pada jamaah pasca umrah. (Dok. Bio Farma)
Penandatanganan MoU antara Bio Farma dan RSPI Sulianti Saroso terkait penelitian penyakit meningitis meningokokus pada jamaah pasca umrah. (Dok. Bio Farma)

Kabar BUMN - Bio Farma menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso.

Kerja sama ini berisi kesepakatan untuk melaksanakan penelitian surveilans carrier meningokokus pada jamaah pasca umrah di Jakarta dan Surabaya.

Kolaborasi ini diinisiasi sebagai upaya untuk memantau dan mendeteksi penyakit meningitis meningokokus secara lebih baik pada jamaah umrah di Indonesia.

Baca Juga: Atasi Kemiskinan Ekstrem dan Cegah Stunting: Bio Farma Group Inisiasi Program Kesehatan dan Kesejahteraan Desa di Tamanjaya, Tasikmalaya

Penandatanganan Kerjasama Penelitian dilakukan oleh Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Bio Farma Group, Suharta Wijaya, serta Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, dr. Alvin Kosasih.

Turut hadir untuk mendampingi, Direktur Utama Bio Farma Group, Shadiq Akasya dan Direktur Medis & Hubungan Kelembagaan Bio Farma Group, Sri Harsi Teteki beserta jajaran.

Kegiatan ini dilaksanakan di kantor perwakilan Bio Farma di Jakarta, dan turut dihadiri juga oleh Plt. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, Yudi Pramono MARS.

Baca Juga: Bersatu Melawan Kanker Leher Rahim: MSD, Kemenkes, dan Bio Farma Gaungkan Kampanye 'Tenang untuk Menang

Direktur Utama Bio Farma Group, Shadiq Akasya, menyampaikan bahwa Bio Farma selalu siap dalam memberikan kontribusi positif dalam menjaga ketahanan kesehatan untuk masyarakat Indonesia.

"Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang life science, kami ingin berkontribusi dalam menjaga kesehatan masyarakat, salah satunya melalui pengadaan vaksin.

"Kami berharap penelitian ini dapat mendukung kebijakan Kementerian Kesehatan terkait vaksinasi meningitis bagi jamaah umrah," papar Shadiq.

Baca Juga: Bio Farma Hadir di Festival LIKE 2 KLHK, Langkah Nyata untuk Kelestarian Lingkungan

Meningitis meningokokus adalah penyakit radang selaput otak dan sumsum tulang belakang yang disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitidis.

Penyakit ini tergolong berbahaya dan dapat menyebabkan kerusakan saraf di otak yang bisa membuat penderitanya lumpuh.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini