PLN Pasang 118 Mikro PLTS untuk Listriki Warga 3 Pulau di Pangkep dengan Energi Terbarukan

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Sabtu, 24 Agustus 2024 | 07:45 WIB
PLN sukses menyediakan listrik 24 jam dengan energi terbarukan di Pulau Polewali, Pulau Saugi, dan Pulau Sapuli, Pangkep, Sulawesi Selatan, melalui pemasangan 118 unit mikro PLTS dan program SuperSUN. (Dok. PLN)
PLN sukses menyediakan listrik 24 jam dengan energi terbarukan di Pulau Polewali, Pulau Saugi, dan Pulau Sapuli, Pangkep, Sulawesi Selatan, melalui pemasangan 118 unit mikro PLTS dan program SuperSUN. (Dok. PLN)
 

Kabar BUMN - PT PLN (Persero) berhasil menyediakan akses listrik berbasis energi bersih selama 24 jam bagi penduduk di Pulau Polewali, Pulau Saugi, dan Pulau Sapuli, yang berada di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

Pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) ini di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) menjadi mungkin setelah PLN sukses memasang 118 unit mikro pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

PLN juga meluncurkan program Sorong Ultimate for Electrifying Surya untuk Negeri (SuperSUN).

Baca Juga: Tips Cerdas Mengatur Keuangan bagi Sandwich Generation, Cara Terbaik Mengelola Beban Ganda

SuperSUN adalah solusi pembangkit listrik tenaga surya individu berdaya 900 Volt Ampere (VA) yang dilengkapi dengan kWh meter prabayar.

Sistem ini memanfaatkan PV Panel berkapasitas 440 Wp hingga 700 Wp dan didukung oleh baterai berkapasitas 2 kWh untuk menyimpan energi.

Kehadiran listrik bersih ini pun dirasakan manfaatnya oleh warga, salah satunya Basir Daeng Liong, warga Pulau Polewali. Basir mengaku, kehadiran listrik PLN membantunya dan masyarakat sekitar lebih produktif.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempat Fine Dining Mewah di Jakarta Selatan, Sajikan Hidangan Berkelas dengan View Kota yang Romantis

Sebelumnya, masyarakat yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan harus menempuh perjalanan ke daratan Pangkep sejauh 12,4 km melalui laut selama satu jam hanya untuk membeli es batu sebelum melaut mencari ikan.

Dengan kehadiran listrik, Basir dapat menggunakan freezer untuk menyimpan ikannya.

"Kami sangat berterima kasih atas kehadiran listrik dari PLN. Dulu, untuk mendapatkan listrik, kami harus mengeluarkan biaya Rp210 ribu per bulan untuk menyalakan genset, itu pun hanya dari pukul 18.00-22.00 saja."

Baca Juga: Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Gunung Guntur

"Saat ini, dengan listrik menyala 24 jam penuh, kami cukup mengeluarkan biaya sekitar Rp50 ribu per bulan," ujar Basir.

Ia juga menjelaskan bahwa selain untuk freezer, masyarakat juga memanfaatkan listrik untuk berbagai aktivitas rumah tangga seperti menggunakan pompa air, kulkas, dan keperluan belajar anak-anak di malam hari.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini