Pupuk Indonesia Grup Dukung Program Konversi Motor Listrik

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Sabtu, 24 Agustus 2024 | 17:30 WIB
Program konversi motor BBM ke listrik yang diinisiasi Petrokimia Gresik bersama Kementerian ESDM dan sejumlah lembaga pendidikan. (pupuk-indonesia.com)
Program konversi motor BBM ke listrik yang diinisiasi Petrokimia Gresik bersama Kementerian ESDM dan sejumlah lembaga pendidikan. (pupuk-indonesia.com)

Dalam rangka mendukung program tersebut, Pupuk Indonesia telah menjalin kerja sama telah menjalin kerja sama dengan PT Wika Industri Manufaktur (WIMA) yang merupakan mitra kendaraan listrik di Indonesia.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Bersama Masyarakat dan Relawan Bakti BUMN Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang Satu Kilometer di Pantai Nusantara, NTT

Penggunaan motor listrik di wilayah operasional Pupuk Indonesia Grup hingga saat ini tercatat sebanyak 280 unit motor.

Seluruh motor listrik ini tersebar di anak perusahaan seperti Pupuk Kaltim, Pupuk Iskandar Muda, Pupuk Sriwidjaja Palembang, Rekayasa Industri, Pupuk Indonesia Niaga, Pupuk Indonesia Utilitas, Pupuk Indonesia Logistik, termasuk di Pupuk Indonesia yang dimanfaatkan untuk operasional para tenaga pemasar Pupuk Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

”Seluruh motor listrik ini menjadi kendaraan operasional di lingkungan Perusahaan, baik di pabrik maupun para tenaga pemasaran kami khususnya Account Executive (AE) dan Assistant Account Executive (AAE), sehingga Pupuk Indonesia dapat berkontribusi dalam mewujudkan masa depan yang bersih dan berkelanjutan,” tutup Rahmad.

Baca Juga: Magang di PT Pupuk Indonesia Niaga Bisa Dapat Sertifikat Resmi Kementerian BUMN, Simak Lowongan yang Sedang Dibuka

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana mengapresiasi Pupuk Indonesia dan seluruh stakeholder yang telah mendukung program konversi dan penggunaan motor listrik di lingkungan Perusahaan.

Pada program ini, dibutuhkan dana konversi sebesar Rp 16 juta per 1 unit motor.

Kementerian ESDM akan memberikan dana sebesar Rp 10 juta dan sisanya dibantu Perusahaan.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Jamin Ketersediaan dan Distribusi Pupuk bagi Petani Papua

Dia menyampaikan bahwa penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai dapat menghemat biaya dan mendukung masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Dia mengilustrasikan bahwa 1 liter motor bahan bakar minyak (BBM) menghasilkan emisi sebesar 2,5 kilogram (kg) Co2, sementara motor listrik berbasis baterai setiap 1 KwH menghasilkan 1 kg emisi.

Tidak hanya itu, dari sisi biaya, setiap pengisian 1 KwH dikenakan sekitar Rp 2.400 sementara kendaraan berbasis BBM sekitar Rp13.700 per liter.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Dorong Merauke Jadi Lumbung Pangan Nasional Melalui Program PI Menyapa

”Saya ingin menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bekerja keras memajukan teknologi konversi kendaraan listrik ini, terima kasih atas dedikasi, dukungan yang telah diberikan, semoga forum ini menjadi momentum mempererat hubungan antara stakeholder dan mendorong pencapaian target ambisius yang telah kita tetapkan,” kata Dadan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini