Lahan 165 Hektare Dihijaukan, PEPC Tanam 180 Ribu Pohon untuk Tekan Emisi Karbon

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Minggu, 25 Agustus 2024 | 06:30 WIB
Hijaukan bumi, kurangi emisi. PEPC menanam 180 ribu pohon di lahan seluas 165 hektare, langkah nyata menuju lingkungan yang lebih sehat. (DOK.PT Pertamina EP Cepu)
Hijaukan bumi, kurangi emisi. PEPC menanam 180 ribu pohon di lahan seluas 165 hektare, langkah nyata menuju lingkungan yang lebih sehat. (DOK.PT Pertamina EP Cepu)

Baca Juga: Eksplorasi Eksotisme Nusa Penida, Beberapa Rekomendasi Tempat Wisata yang Wajib Masuk List Saat ke Bali

"Inilah yang saya sebut sebagai Collaboration for Sustainability, semua bergandeng tangan melakukan aksi kebaikan untuk bumi dan generasi mendatang,” ujar Dyah.

Lebih lanjut Dyah menjelaskan bahwa saat ini kondisi lingkungan di Indonesia sangat memprihatinkan dengan 12,7 juta hektare lahan kritis yang berdampak adanya banjir dan tanah longsor.

“Melalui kewajiban PPKH untuk perusahaan, kami berharap lahan kritis ini dapat berkurang. Di sisi lain masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi yang begitu besar dari tanaman ini, tolong dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Baca Juga: Berdayakan Tenaga Kerja Disabilitas,Telkom Sabet Penghargaan di Ajang Naker Award 2024

Dalam kesempatan yang sama, Muhamad Arifin mengatakan kegiatan penanaman ini merupakan cerminan dari prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) yang menjadi dasar perusahaan dalam menjalankan operasi dan produksi minyak dan gas bumi.

“Sekaligus menjadi komitmen berkontribusi dalam kinerja keberlanjutan dengan menurunkan emisi karbon dan memperbaiki kualitas lingkungan, mematuhi aturan yang berlaku dan menyejahterakan masyarakat lokal,” tutur Arifin.

Arifin menjelaskan bahwa sektor hulu migas memegang peranan penting untuk program pengurangan emisi.

Baca Juga: Berpetualang Seharian, Intip Harga Tiket Safari Bogor untuk Domestik dan Internasional

Dia menjelaskan bahwa sepanjang 2023, Regional Indonesia Timur telah melakukan sekitar 25 inovasi di operasi kami yang berhasil menurunkan emisi hingga 76.467 ton C02 eq.

“Kami juga telah menerapkan teknologi CCUS di Lapangan Sukowati yang saat ini sudah berhasil di fase awal yakni huff and puff, yang merupakan tahap pertama sebelum fase CO2 interwell injection dan CO2 injection full scale,” ujarnya.

Penanaman pohon kali ini merupakan penanaman pohon dengan jumlah terbesar dan wilayah terluas di wilayah Regional Indonesia Timur. Pada 2023, Regional Indonesia Timur telah melakukan penanaman sekitar 28 ribu bibit di berbagai lokasi penanaman.

Baca Juga: Nice Dream! Sekarang, Bank Mandiri Resmi Menjadi Presenting Partner Timnas Garuda

Program penanaman ini berkontribusi terhadap agenda internasional Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) utamanya tujuan 13 Penanganan Perubahan Iklim, tujuan 15 Ekosistem Darat, tujuan 8 Pekerjaan Yang Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dan tujuan 17 yakni Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

“Aksi penanaman pohon tidak hanya berhenti sampai disini. Dalam waktu dekat kami akan melakukan kegiatan penanaman di Cianjur, Jawa Barat seluas 125 hektare dan di Sorong Papua Barat seluas 130 hektare,” imbuh Arifin.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini