70 Tahun Ladang Minyak Duri: Pusat Energi Indonesia yang Tetap Beroperasi

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 29 Agustus 2024 | 14:30 WIB
Pekerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) WK Rokan saat melaksanakan aktivitas pekerjaan di lapangan minyak Duri, untuk memberikan kontribusi bagi ketahanan energi nasional. (Dok. Pertamina Hulu Rokan)
Pekerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) WK Rokan saat melaksanakan aktivitas pekerjaan di lapangan minyak Duri, untuk memberikan kontribusi bagi ketahanan energi nasional. (Dok. Pertamina Hulu Rokan)

Kabar BUMN – Selama lebih dari 70 tahun, ladang minyak Duri telah menjadi sumber utama energi bagi Indonesia.

Ditemukan pada tahun 1941 dan memulai produksi pada tahun 1954, area operasional seluas 67,28 km² di Provinsi Riau ini telah menghasilkan lebih dari 2,75 miliar barel minyak mentah.

Ladang ini diakui sebagai salah satu yang terbesar dan paling produktif di Indonesia.

Baca Juga: Pengumuman Pemenang Undi-undi Telkomsel Agustus 2024 Hampir Tiba, Apakah Namamu Masuk dalam Daftar?

"Dari catatan studi, penemuan gemilang dari sumur minyak pertama di Duri (sekarang Area #2) segera disusul penemuan-penemuan lain di titik sumur di area-area lain yang saling berjauhan."

Ini mengindikasikan adanya cadangan minyak yang besar di lapangan Duri," ujar Cece Muharam, salah seorang senior engineer yang berpengalaman puluhan tahun di lapangan Duri.

Cece menuturkan, karena Perang Dunia II pemboran minyak sempat terhenti dan baru dilanjutkan kembali beberapa tahun setelah Indonesia merdeka.

Baca Juga: Brantas Abipraya Didapuk Sebagai Penyedia Jasa Konstruksi Terbaik di Pembangunan IKN Oleh Kementerian PUPR

Sumur-sumur hasil temuan awal mulai diproduksi dengan peralatan sederhana.

Hasilnya dikirim melalui sungai-sungai menuju Sei Pakning, Kabupaten Bengkalis.

Sementara itu, infrastruktur seperti jalan, jaringan pipa dan listrik serta tangki-tangki pengumpul mulai dibangun.

Baca Juga: Penjualnya Lebih Banyak di Bandung, Ini 5 Rekomendasi Mie Kocok Paling Mantap

Tahun 1958, pipa-pipa dari lapangan Duri telah selesai tersambung ke pelabuhan Dumai.

“Tidak hanya infrastruktur, kawasan Duri juga mulai dirancang sebagai tempat tinggal, mengingat produksi dari lapangan ini diperkirakan akan sangat besar, yang memerlukan banyak tenaga kerja," kenang Cece.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini