Ditambahkan Rahmat, kegiatan ini dilakukan secara terjadwal sebagai bagian dari aspek keselamatan di lingkungan hulu migas.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Pastikan Pertalite Tetap Disalurkan pada 1 September 2024
Dengan pelatihan seperti ini seluruh tim akan semakin paham peran dan tugasnya dalam menghadapi kondisi darurat.
“Kami bisa mengetahui alur komunikasi maupun peran dan tugas masing-masing tim dalam merespon situasi yang darurat.
"Kami sengaja melibatkan stakeholder eksternal seperti pihak desa, fasilitas kesehatan di sekitar dan petugas keamanan agar bisa terbangun pemahaman maupun kesiapsiagaan dalam merespon kondisi tertentu,” jelasnya.
Baca Juga: Sukses Cetak Wirausaha Tangguh, Menteri Teten Apresiasi Program Pertamina UMK Academy
Sementara itu, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Paratazkia yang turut mengkoordinir tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) mengungkapkan, penanganan situasi kondisi kebencanaan perlu penanganan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai komponen sesuai konsep pentahelix.
Konsep tersebut telah diimplementasikan melalui pelibatan pemerintah Desa Bandungrejo, puskesmas, Koramil dan Polsek daerah sekitar operasi.
“Masyarakat dilibatkan dalam drill ini seperti Tagana yang berasal dari penduduk desa, NGO, media dan akademisi akademisi yang diperankan oleh Mahasiswa sebagai Relawan Siaga Bencana Stikes Maboro juga terlibat. Jadi ini sangat lengkap dan bagus,” terangnya.
Baca Juga: Dirut Pertamina Drilling Apresiasi Kru Rig atas Penerapan Budaya Safety
Manager HSSE Operations PEPC Zona 12 Benny Rahadian mengatakan, pihaknya menggelar program major emergency drill ini dengan tujuan untuk mengkalibrasi seluruh komponen emergency response team yang ada dalam menghadapi kondisi darurat.
Menurutnya, secara berjenjang apa saja yang harus dilakukan bisa disimulasikan disini agar kesiapsiagaan tim bisa terjaga.
"Kami berusaha untuk menjaga kesiapan dan kesiagaan dalam merespon situasi darurat apapun dengan cepat dan tepat.
"Untuk itu latihan seperti ini penting untuk dilakukan.
"Sekaligus dengan latihan ini bisa mengetahui hambatan dan masalah apa saja yang perlu di-improve dalam menangani situasi emergency,” terangnya.
Diharapkan emergency drill ini mampu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan tim PEPC JTB serta memberikan pengalaman melakukan respon situasi tertentu kepada pihak eksternal secara tepat.
Artikel Terkait
Sukses Cetak Wirausaha Tangguh, Menteri Teten Apresiasi Program Pertamina UMK Academy
Pertamina Patra Niaga Pastikan Pertalite Tetap Disalurkan pada 1 September 2024
Kolaborasi Alam, Pertamina dan Yayasan Owa Jawa Selamatkan Primata Langka Gunung Puntang
Kesuksesan Grup Pertamina Hulu Indonesia di NAKER AWARD 2024, Cerminan Komitmen Terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Gandeng Organisasi Mahasiswa, Pertamina Terima Kunjungan Organisasi Kemahasiswaan Cipayung Plus ke Kilang Balikpapan