Subholding Upstream Pertamina di 7th Indonesia China Energy Forum: Gali Potensi Kolaborasi untuk Jaga Ketahanan Energi

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Selasa, 3 September 2024 | 16:30 WIB
PHE paparkan sejumlah lapangan potensial untuk Enhanced Oil Recovery (EOR) dalam The 7th Indonesia-China Energy Forum di Bali (3/9/2024). (DOK.PHE)
PHE paparkan sejumlah lapangan potensial untuk Enhanced Oil Recovery (EOR) dalam The 7th Indonesia-China Energy Forum di Bali (3/9/2024). (DOK.PHE)

Kabar BUMNPT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, terus berkomitmen untuk berkontribusi pada ketahanan energi nasional.

PHE sebagai anak usaha Pertamina yang memiliki lini bisnis di bidang hulu migas menempatkan posisinya dalam memanfaatkan potensi eksplorasi dengan target sumber daya yang signifikan untuk pertumbuhan jangka panjang.

Untuk menjaga kinerja eksplorasi dan produksi dari lapangan migas yang sudah mature, PHE menerapkan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR).

Baca Juga: Konsistensi Transformasi PTPN IV Regional III Diganjar Tiga Penghargaan Kinerja Terbaik

Penggunaan teknologi EOR ini akan diterapkan di sejumlah lapangan Onshore maupun Offshore.

EOR merupakan metode yang diaplikasikan untuk meningkatkan produksi hidrokarbon dari reservoir minyak apabila metode primary recovery (pengurasan tahap awal) dan secondary recovery (pengurasan tahap lanjut) tidak efisien lagi untuk memproduksikan minyak.

Spesifiknya EOR meningkatkan pengurasan minyak dengan menginjeksikan material, fluida khusus, panas atau gas  ke dalam reservoir untuk mempermudah minyak terproduksi.

Baca Juga: Siap Siaga! Bank Mandiri Serahkan Bantuan ke Basarnas dan Bentuk Tim Emergency Response

Dalam pertemuan The 7th Indonesia-China Energy Forum di Bali, Selasa (3/9/2024), PHE memaparkan sejumlah lapangan potensial untuk EOR yang bisa dikerjasamakan.

"Selain melakukan eksplorasi secara masif untuk menemukan sumber-sumber minyak dan gas bumi dalam rangka memenuhi kebutuhan nasional, PHE juga aktif melakukan EOR untuk meningkatkan produksi minyak di lapangan eksisting," ujar Corporate Secretary Pertamina Hulu Energi Arya Dwi Paramita.

Lapangan mature yang bisa digenjot produksinya melalui metode EOR ini berada di wilayah Regional 1 (Sumatera), Regional 2 (Jawa Barat), Regional 3 (Kalimantan) dan Regional 4 (Jawa Timur & Indonesia Timur).

Baca Juga: Alasan Mengapa Kamu Harus Hiking di Gunung Rinjani via Torean

Sebagian besar reservoir di pulau Sumatera telah menghasilkan minyak dan gas sejak awal 1900-an dan masih menjadi salah satu produsen minyak dan gas terbesar di Indonesia.

Di wilayah Regional 1, penerapan EOR yang paling berpotensial merupakan Chemical EOR (CEOR) pada Lapangan Onshore dengan potensi reservoir minyak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini