“Dengan tindak lanjut MoU ini kita akan mendapatkan benih yang unggul dan kemudian nanti di dalam teknologi atau pada saat pelaksanaan budidaya juga akan dikawal, kita akan coba konsep Asta Catha Padi dan kita tindak lanjuti dan kita coba dibeberapa lokasi."
"Cadangan Beras Pemerintah ini, kita beli dari lahan-lahan yang hasil kerjasama dengan kita, jadi ada kepastian tadi bahwa beras itu ada di Gudang Bulog, jadi ketika pada saat panen pun seperti saat ini."
"Tapi harga masih tinggi dan juga kita harus bersaing dengan pihak swasta yang bisa memicu kenaikan harga, kita sudah punya lahan sendiri, jadi ada kepastian untuk Cadangan Beras Pemerintah."
"Bulog sudah banyak membangun kemitraan dengan petani, berupa pemberian input produksinya seperti pupuk, kemudian kita kawal dan hasilnya kita serap," tambah dia.
Direktur BLST IPB, Naufal Mahfudz, menyatakan bahwa Nota Kesepahaman antara Bulog dengan BLST Group dan PT Botani Seed Indonesia ini merupakan langkah awal untuk menghilirkan teknologi kepada masyarakat.
"MoU antara Bulog dengan BLST, di mana PT Botani Seed Indonesia sebagai anak perusahaan, akan melakukan perjanjian kerjasama (PKS) dengan mitra tani untuk mendiseminasikan hasil inovasi ini ke masyarakat," sebut Naufal.
"Ini teknologi sayang kalau masyarakat tidak menikmati hasil dari inovasi ini," ungkapnya.
Selain itu, Direktur PT Botani Seed Indonesia Dadang Syamsul Munir, menambahkan pihaknya hari ini telah melakukan penandatanganan MoU dengan Perum BULOG.
“Bagaimana mengimplementasikan rumusan tersebut supaya bisa dikerjakan petani di Indonesia,” kata Dadang.
Baca Juga: Lahan Bekas Tambang Jadi Kebun Buah, Kolaborasi PT Timah dan Kelompok Tani Pemuda Harapan Belo Laut
Ia menyebutkan, implementasi rumusan Padi Cerdas Iklim ditargetkan akan dilakukan awal tahun 2025. Hal itu pun sudah didiskusikan dengan Perum BULOG.
“Insya Allah awal tahun depan sudah mulai masuk karena kita IPB kurang lebih tujuh varietas, IPB 3S, IPB 9G, IPB 10G, IPB 11S BEPE, IPB 12S, IPB 13S, IPB 14S, dan IPB 15S dan itu punya kecocokan dengan berbagai lokasi dan punya kualitas berbeda-beda,” jelasnya.
Mokhamad Suyamto menambahkan “Bahwa hasil panen raya kemarin, kemudian prakiraan surplus di Bulan Agustus, September, Oktober ini nanti justru menjadi potensi untuk mendongkrak produksi kurang di Bulan November-Desember yang merupakan siklus tahunan."
Artikel Terkait
PT Sang Hyang Seri dan Perum BULOG Perkuat Kerja Sama Tingkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Petani
BULOG dan Perpadi Berkolaborasi Dorong Petani Muda Perkuat Stok Pangan
Hadir di 79 Titik, BULOG Siaga Warnai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
Perum BULOG Gelar Lomba Penulisan Jurnalistik dan Special Fellowship ke Bali, Batas Pengiriman Karya 31 Agustus 2024
Perum BULOG Ajak Ikut Lomba Jurnalistik, Menangkan Fellowship ke Bali! Batas Akhir 31 Agustus 2024!