Alexandra mengatakan, dalam mewujudkan target ekonomi Indonesia yang rendah karbon tentu tidaklah mudah, terdapat tantangan yang harus dihadapi dan disiasati.
Baca Juga: Bank Mandiri Tebar Promo Tiket MotoGP Mandalika 2024 di Livin’
Pertama, Indonesia telah menggunakan bahan bakar fosil dalam waktu yang cukup lama, sehingga membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk berpindah menggunakan energi yang lebih ramah lingkungan.
Kendati begitu, kata Alexandra, Bank Mandiri tetap optimis lantaran potensi energi terbarukan di Indonesia sangat melimpah.
Di sisi lain, Alexandra juga menyebut perlu dukungan regulasi dan kebijakan melalui mekanisme insentif maupun disinsentif seperti subsidi dan pajak karbon.
Baca Juga: Berdayakan Petani, Bank Mandiri Hadirkan Fasilitas Pengolahan Beras di Bali
Menurutnya, adanya mekanisme insentif dapat memberikan konsekuensi finansial bagi bisnis yang menghasilkan emisi tinggi dan memberikan insentif jika bisnis beralih ke praktik berkelanjutan.
"Namun, saya yakin dengan adanya kebijakan dan mekanisme yang kuat untuk mendukung investasi iklim, kita tidak perlu lagi memilih antara keberlanjutan dan pertumbuhan karena keduanya dapat berjalan beriringan untuk mencapai tujuan keberlanjutan kita," kata Alexandra.***
Artikel Terkait
Bank Mandiri Tebar Promo Tiket MotoGP Mandalika 2024 di Livin’
Berdayakan Petani, Bank Mandiri Hadirkan Fasilitas Pengolahan Beras di Bali
Siap Siaga! Bank Mandiri Serahkan Bantuan ke Basarnas dan Bentuk Tim Emergency Response
Indonesia-Africa Forum 2024, Bank Mandiri Bagikan Kisah Sukses Transformasi Digital
Peringati Hari Pelanggan Nasional, Bank Mandiri Bagikan Bingkisan ke Nasabah di Sulawesi