ISF 2024: Pertamina Geothermal Energy Perkenalkan Paradigma Baru Pengembangan Energi Panas Bumi Indonesia

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Selasa, 10 September 2024 | 10:30 WIB
ISF 2024: Pertamina Geothermal Energy perkenalkan paradigma baru pengembangan energi panas bumi Indonesia. (DOK. PGE)
ISF 2024: Pertamina Geothermal Energy perkenalkan paradigma baru pengembangan energi panas bumi Indonesia. (DOK. PGE)

Selain itu, penting untuk mempertimbangkan insentif lainnya seperti akses ke pinjaman lunak (concessional loan) dan penjualan kredit karbon internasional.

Baca Juga: Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Gunung Guntur

Hal ini juga memerlukan dukungan pemerintah untuk memberikan insentif tambahan, terutama dukungan untuk peningkatan kandungan lokal dan infrastruktur.

Pengembang panas bumi, terang Julfi Hadi, perlu meninggalkan paradigma dan model bisnis lama yang masih memakai pendekatan business as usual dan membatasi kolaborasi yang menyebabkan tingkat pengembalian (internal rate of return) marginal.

“Kita perlu berkembang dan berkolaborasi bersama untuk menjadikan panas bumi bisa memainkan peran penting dalam transisi energi nasional,” kata Julfi Hadi.

Baca Juga: Inovasi Terbaru PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE): Flow2Max®️, Siap Tingkatkan Efisiensi Pembangkit Panas Bumi

Dengan sumber daya yang dimiliki, PGE optimistis dapat menjadi motor penggerak dan pemimpin percepatan pengembangan panas bumi nasional.

PGE saat ini mengelola 15 wilayah kerja panas bumi (WKP) dengan kapasitas terpasang 672 MW yang akan dinaikkan menjadi 1 GW dalam dua sampai tiga tahun ke depan, dengan total potensi cadangan panas bumi sebesar 3 GW yang siap dikembangkan dari 10 WKP yang dikelola sendiri.

Julfi Hadi menegaskan, PGE sudah walking the talk dalam mewujudkan paradigma baru.

Baca Juga: PGE Sabet Penghargaan Katadata Green Initiative Awards 2024, Komitmen Energi Bersih Diapresiasi

“Sudah banyak hal yang kita lakukan seperti berkolaborasi dalam eksplorasi sumber daya, mendorong pengembangan teknologi baru di Indonesia, dan mengembangkan manufaktur lokal. PGE juga menginisiasi proyek percontohan hidrogen hijau di Ulubelu,” pungkas Julfi Hadi.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini