Institut Teknologi PLN: Kampus Pertama di Jakarta yang Beralih ke Energi Hijau dengan REC

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 13 September 2024 | 14:30 WIB
Institut Teknologi PLN menjadi kampus pertama di Jakarta yang menggunakan energi hijau sepenuhnya melalui Renewable Energy Certificate (REC). (Dok. PLN)
Institut Teknologi PLN menjadi kampus pertama di Jakarta yang menggunakan energi hijau sepenuhnya melalui Renewable Energy Certificate (REC). (Dok. PLN)

Kabar BUMN - Institut Teknologi PLN menjadi pionir kampus di Jakarta yang sepenuhnya memanfaatkan energi hijau melalui penggunaan Renewable Energy Certificate (REC) dan penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Inisiatif ini merupakan langkah IT PLN untuk mendukung percepatan transisi energi di Indonesia.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, REC adalah bentuk nyata PLN dalam mendorong penggunaan energi bersih di berbagai sektor termasuk sektor pendidikan.

Baca Juga: Sampah Menjadi Berkah, Program TJSL Pertamina Mendapat Pujian Ibu Negara

Penjualan REC ini juga memperkuat posisi PLN dalam mendukung daya saing industri nasional dengan memberikan opsi energi yang ramah lingkungan.

"REC merupakan salah satu inovasi produk hijau yang dimiliki PLN, di mana REC juga ada untuk validasi suatu perusahaan atau instansi, bahwa tenaga listrik yang digunakan berasal dari energi listrik hijau dan terverifikasi," kata Darmawan.

Darmawan menegaskan, REC merupakan bentuk layanan PLN yang memudahkan pelanggan untuk mendapatkan pengakuan atas penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang transparan, akuntabel, dan diakui secara internasional.

Baca Juga: Gerai Ayam Goreng Tepung Korea atau Korean Chicken di Jakarta, Ada yang Sering Muncul di Drakor

Setiap sertifikat REC membuktikan listrik yang digunakan berasal dari pembangkit EBT.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya, Lasiran menjelaskan, IT PLN tercatat menggunakan energi sebesar 915 Megawatt hour (MWh), yang artinya seluruh konsumsi listrik di kampus IT PLN menggunakan energi hijau yang dipasok dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata.

Lasiran pun mengapresiasi inisiatif IT PLN dalam mendukung energi terbarukan.

Baca Juga: Dayadet IHD-HD, Detonator Andalan DAHANA pada Lubang Ledak Hot Ground

"Langkah IT PLN dalam menggunakan REC adalah Langkah konkret yang patut dicontoh. Hal tersebut sejalan dengan komitmen PLN untuk menghadirkan layanan listrik yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan," ujar Lasiran.

Tidak hanya menggunakaan energi hijau, IT PLN juga telah dilengkapi dengan SPKLU Medium Charging berkapasitas 25 kilowatt (kW).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini